5 JAGOAN NEON


Gimana ya suster? Harus pakai cara apa saya menghadapi mereka? Semua cara sudah saya usahakan, tapi anak-anak itu tetap bandel dan selalu membuat ulah. Itulah keluh Bu Pus salah satu guru TK Fransiskus Kalirejo yang setiap hari mengajar anak-anak di TK B. Dari anak-anak yang diajar, ada 5 jagoan neon yang membutuhkan tenaga ekstra untuk menanganinya. Kerap kali mereka membuat ulah entah itu menggangu teman, emosi yang berlebihan dan memarahi teman, memukul atau menendang.

Suatau ketika kelas bu Pus sangat gaduh, saya mencari tahu sumber dari kegaduhan ini, saya menemukan sumbernya tidak lain 5 jagoan neon yang membuat ulah lagi. Kemudian saya mengajak 5 jagoan neon ini untuk mengambil pekerjaan yang diberikan oleh guru, dan mengerjakannya di ruang tamu kantor kepala sekolah.

Dengan semangat 45, mereka mengambil pekerjaan, sambil berlari mereka menuju ruang tamu. Wajah polos tanpa merasa bersalah, membuat saya bingung mau saya apakan anak-anak ini. Sambil tertawa-tawa tanpa wajah berdosa, mereka duduk dan berkata, Suster minta permen, lalu saya jawab. Kerjakan tugasmu dulu baru minta permen. Saya memperhatikan tingkah anak-anak ini dan sesekali mengingatkan, agar mereka tidak banyak ngobrol sehingga tugas yang diberikan guru cepat selesai. Saya melihat anak-anak  sebenarnya pandai, tapi mereka suka mencari perhatian dari guru dengan membuat ulah yang berlebihan. Sembari memperhatikan mereka, saya berfikir bagaimana cara mengatasi dan mendampingi agar ada sedikit perubahan untuk lebih baik dari dalam diri mereka.

Sempat saya bertanya kepada para guru mengenai latarbelakang mereka saya menemukan diantara mereka, ada yang orang tuanya terlalu keras dalam mendidik, ada yang orang tuanya terlalu sibuk dengan pekerjaannya, ada yang ibunya pergi marantau karena dililit hutang, ada yang tinggal bersama nenek, dan situasi ini sangat mempengaruhi perkembangan karakter mereka.

Sayapun mengerti mengapa mereka sering membuat ulah seperti itu. Kemudian timbul pemikiran untuk membelikan bola kaki dengan tujuan untuk menyalurkan tenaga dan emosi mereka, mk seereka bias main sepuasnya baik sebelum belajar ataupun saat jam istirahat. Namun usaha ini kurang berhasil, 5 jagoan neon ini masih saja membuat ulah. Dari sekolah juga berusaha untuk mengajak diskusi orang tua, namun belum juga mendapat solusi yang baik.

Tidak jarang saya juga merasa capek dan pusing untuk mendampingi 5 jagoan neon ini. Setiap mereka membuat ulah, guru selalu mencari saya untuk mengajak mereka belajar di ruang tamu kantor. Rasanya lebih mudah dan menggembirakan mendampingi anak-anak yang patuh dengan tatatertib, tidak nakal, pintar dan tanggung jawab terhadap tugas, tentunya guru dan suster yang mendampingi tidak akan sakit kepala lagi, namun fakta yang ada tidak semua ank-anak yang didampingi semua seperti itu, semua berfariasi dan mempunyai keunikan masing-masing.

Sepontan saya berkata dalam hati kecil saya, eh….kenapa kamu pusing dan bingung, terima dengan penuh rasa syukur 5 jagoan neon dan anak-anak yang lainnya. Justru dari keunikan dan kepolosan mereka, saya banyak belajar untuk memaknai setiap pekerjaan atau tugas yang diberikan, saya dapat belajar pula untuk mengasah kesabaran dan mencari solusi setiap persolan atau masalah yang dihadapi setiap hari.