“Tak sekedar untung rugi”


Dalam perjalanan pulang dari kunjungan lapangan di desa Sruni, kecamatan Musuk, kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, mobil yang kami kendarai melewati sebuah warung bahan makanan. Sepintas saya melihat warung itu menyediakan singkong mentah. Maka saya meminta kepada teman saya untuk berhenti sebentar dan membeli singkong. Setiba di warung tersebut, seorang ibu menyambut saya dengan sangat ramah, mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan saya, dan memanggi saya dengan senyumnya yang khas sambil berkata,”Monggo sus…..” Saya pun masuk ke warung tersebut dan mengatakan akan membeli singkong 2 kg. Ibu tersebut bergegas mengambil kresek hitam lalu mulai memasukkan singkong satu persatu ke dalam kresek hitam tersebut. Saya mengulangi lagi pesanan saya sambil bertanya:”Berapa satu kilonya ?” Ibu itu tidak menjawab pertanyaan saya tapi hanya tersenyum. Dan semakin bersemangat memasukkan singkong. Saya curiga, singkong ini pasti sudah lebih dari 2 kg. “Ibu 2 kg saja.” Sampai akhirnya plastiknya jebol karena terlalu banyak isinya. Lalu sang ibu berdiri dan berkata,”Pakai kardus saja ya suster.” Saya pun menyahut,”Lho bu, tidak usah pakai kardus. Saya cuma beli 2 kg.”Si Ibu tidak menghiraukan perkataanku dan terus saja memenuhi kardus tersebut dengan singkong. Dan setelah kardus itu penuh, segera ia mengangkat kardus tersebut dan membawanya ke mobil. Saya tambah bingung. Lalu saya bertanya,“Berapa semuanya bu ?” lalu sambil tersenyum ibu itu berkata,”Sudah suster, dibawa saja.” Dengan sangat si Ibu menolak uang pemberian saya.
Mungkin ada lebih dari 4 sinkong yang ia berikan untuk saya. Padahal singkong ini ada di warungnya sebagai bahan dagangan. Tapi ia memberikan gratis. Si Ibu tidak eman dengan apa yang dimilikinya. Ia bahkan terus saja tersenyum selama menghadapi kami. Bahkan kami tidak pernah memperkenalkan nama kami masing-masing. Hanya sosok seorang suster, yang membuat kami langsung merasa akrab. Apa pun alasannya, saya memuji sikap murah hatinya. Sikap berbagi pada orang yang baru pertama kali dijumpai yang tak mengenal untung rugi. Semoga Tuhan memberkati pekerjaan dan usahamu, Ibu yang baik. (huberta)