GURU SEBAGAI PANGGILAN DAN PELAYANAN


Tangal 24 -27 Maret 2017, para suster FSGM dibagian pendidikan, baik dari TK sampai SMA mengikuti Rapat Kerja. Rapat kerja atau Raker Pendidikan ini, diselenggarakan oleh Yayasan Dwibakti Bandar Lampung, bertempat di Rumah Retret Laverna Padang Bulan. Sr. M. Lusie FSGM sebagai ketua Yayasan Dwi Bakti Bandar Lampung membuka acara raker Pendidkan. Dalam pengantarnya, Sr. M. Lusie mengatakan bahwa saat ini dalam dunia pendidikan banyak sekali tantangan dan isu-isu yang menjadi keprihatinan bagi sekolah-sekolah Katolik. Sr. M. Alberha FSGM Vikaris Provinsi memberikan sambutan dan berpesan, kita harus tetap memperhatikan mereka yang kekurangan atau miskin. Karena dengan memperhatikan dan membantu mereka, Tuhan selalu bermurah hati dan memberikan kemudahan-kemudahan untuk karya pelayanan yang dipercayakan kepada kita. Hal ini sesuai dengan yang diteladankan oleh St. Fransiskus dan Mdr Anselma.

Sr. M. Klarina FSGM, membagikan oleh-oleh Workshop dengan tema implementasi spiritualitas tarekat dalam karya Pendidikan yang diikuti di Syantikara Yogyakarta. Dalam syeringnya,  bersyukur dan berterimakasih atas para suster pendahulu yang telah menggali semangat pendiri kongregasi, dan dirumuskan dalam visi-misi karya pendidikan di sekolah kita. Terlebih dalam penanaman nilai-nilai karakter bagi anak didik.

Ibu Siswandari, dosen FKIP Universitas Sebelas Maret Solo, hadir sebagai narasumber. Beliau memberi informasi terkait dengan Integritas dan Etos kerja. Dalam penjelasannya dikatakan bahwa integritas adalah kepercayaan yang melahirkan kejujuran, adanya komitmen moral, konsistensi untuk mengamalkan kebenaran. Sebagai pemimpin yang baik, entah harus memiliki rasa syukur dan tanggung jawab akan tugas yang ditanggungnya, memberikan teladan yang baik bagi guru, karyawan, orang tua murid, orang-orang yang bekerjasama, dan bagi para peserta didik yang dipercayakan untuk belajar di sekolah kita, selain itu, seorang pemimpin harus bersikap atau bertutur kata yang baik, enak di dengar, tidak menyakiti hati orang lain dan menjaga kesederhanaan dan sahaja dalam penampilan.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa sebagai seorang guru atau tenaga pendidik, juga mempunyai peran yang sangat penting untuk menularkan ilmu pengetahuan kepada anak didik, menumbuhkan dengan mengajarkan, melatihkan, membiasakan dan membudayakan nilai-nilai keutamaan yaitu nilai religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas. Tugas seorang guru adalah panggilan dan pelayanan, sehingga dalam menjalankan tugas sebagai perutusannya selalu bersemangat, mempunyai kreatifitas yang tinggi sehingga menumbuhkan kecintaan anak didik untuk ingin terus menerus belajar menggali ilmu pengetahuan dan ketrampilan-ketrampilan hidup yang lain

Dalam sesi yang lain, Sr. M. Franselin dan Sr. M. Klarina membagikan pengalaman saat mengikuti kegiatan MNPK. Disampaikan bahwa adanya keprihatinan dalam dunia pendidikan.akan nilai-nilai Pancasila. Sr. M. Klarina menerangkan bahwa pendidikan di negara kita kerap dijadikan sebagai bisnis dan mementingkan kepentingan segelintir orang sehingga banyak pihak yang merasa dirugikan. Oleh karena itu, sekolah-sekolah Katolik terus menerus tergerak dan mengupayakan menanamkan nilai-nilai Pancasila yang tertuang dalam kegiatan pembelajaran di kelas, dan menginternalisasikannya kepada para peserta didik untuk menjadi milik.

Sr. M. Gracia dan Sr. M. Alexia membagikan pengalamannya tentang Eco Camp.  Dijelaskankan bahwa kita diharapkan untuk menyuskuri alam semesta dan merawat untuk kelestariannya, sehingga tetap terawat untuk keberlangsungan hidup untuk generasi-generasi berikutnya.

Dalam pleno, Sr. M. Lusie menjelaskan dari materi-materi dan masukkan yang diperoleh selama raker akan ditindaklanjuti untuk perkembangan dalam sekolah-sekolah Fransiskus ke depan. Diharapkan para suster tetap bersemangat dan menggali inovasi untuk perkembangan karya-karya kita. Raker ditutup dengan ibadat pentutup dan dilanjutkan dengan rekreasi bersama.(Alf)