Yesus Dalam Diri Sesama


Paus Fransiskus: Yesus Ada Dalam Diri Sesama Kita Yang Menderita Karena Perang Dan Terorisme

Minggu, 9 April 2017 18:32 WIB

 

TRIBUNNEWS.COM, VATIKAN — Paus Fransiskus memulai pekan suci Paskah umat Katolik dengan memberkati daun-daun palem dan zaitun di Basilika St Petrus, Vatikan, Minggu (10/4/2017).

Paus Fransiskus mengatakan umat Katolik tidak hanya merenungkan kemuliaan ketika Yesus dielu-elukan sebagai Raja saat dia memasuki Kota Yerusalem.

Tetapi juga umat Katolik diajak merenungkan penderitaan yang Yesus alami sebelum kematiannya. Dan kita bisa juga melihat dalam diri mereka yang menderita karena perang, kekerasan dan perbudakan hari ini.

Ketika Gereja memasuki awal pekan suci sebelum wafat dan kebangkitan-Nya, Yesus “tidak meminta kita untuk merenungkan Dia hanya di gambar dan foto-foto atau video yang beredar di internet. Tidak itu saja.”

Sebaliknya, Yesus hadir “di dalam diri saudara dan saudari kita yang hari ini menderita seperti banyak terjadi di tengah dunia saat ini: “mereka menderita karena dijadikan tenaga kerja budak, akibat tragedi keluarga, dan penyakit.”

Banyak orang juga menderita “karena perang dan terorisme, karena kepentingan bersenjata dan siap untuk menyerang. Wanita dan pria yang ditipu, melanggar martabat mereka, dan terbuang.”

Kata-kata Paus itu disampaikan pada waktu yang sama serangan bom terjadi di Gereja Koptik Mar Gerges di kota Utara Tanta, Mesir, ketika umat penyembah makandi daerah itu juga tengah merayakan Misa hari Minggu Palma. Menurut Associated Press, setidaknya 21 orang tewas dan sekitar 40 orang lain terluka dalam ledakan itu.

“Yesus adalah mereka, masing-masing dari mereka. Ia meminta kita untuk saling mencintai,” kata Paus.

Paus mengajak umat beriman untuk merenungkan penderitaan Yesus selama Pekan Suci dengan mencari-Nya di wajah sesama kita yang menderita.

Seperti biasa, Paus Fransiskus merayakan Misa 9 April–Misa Minggu Palma di Basilika St Petrus, Vatikan, dimulai dengan memberkat daun palm.

Perayaan Minggu Palma dimulai dengan prosesi khidmat, dengan Paus dan Kardinal berjalan melalui kerumunan para peziarah yang berkumpul di Basilika St Petrus.

Perarakan minggu palma mengingat peristiwa ketika Yesus dielu-elukan sebagai Raja. Proses ini sebagai simbol masuknya Yesus ke kota Yerusalem dan juga merupakan simbol bahwa umat percaya akan Yesus Kristus yang adalah Mesias.

Perayaan Minggu Palma ini sebagai awal pekan suci menuju Paskah, peristiwa kemenangan akan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus. (AP/Catjolic News Agency)