HARI ANAK NASIONAL


PERINGATAN HARI ANAK-ANAK

24 APRIL 2017 DI SD FRANSISKUS PRINGSEWU.

 

Berbicara soal anak-anak selalu menarik dan yang kedua adalah berbicara dan berdiskusi tentang Perempuan. Perempuan dan Anak tidak dapat dipisahkan, kedua anak manusia yang dianggap manusia lemah, oleh karena itu rentan terhadap kekerasan, pelecehan dan obyek manusia yang tidak bermoral, manusia “bejat”. Kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak terus menerus terjadi, dalam waktu satu minggu di bulan April tahun 2017 ini sudah ada 2 anak perempuan korban perkosaan, dari wilayah yang sama, yang satu masih berumur 2 tahun, dan yang lain berumur 9 tahun. Kami tidak tahu secara seksual apa enaknya dua anak-anak itu? Sehingga tega merusak dan menyakiti masa mereka. Dalam kunjungan ke keluarga korban, korban juga ada menyambut kami, si “ Melati” bukan nama sebenarnya, masih kelas 3 SD, belum genap berumur 9 tahun, masih menunggu bulan Agustus untuk dikatakan genap berumur 9 tahun. Melati dan dua gadis yang lebih kecil bermain di sebuah jembatan dimana disungai itu sering kali ada orang yang mencari ikan. Saat bertiga bermain, orang yang mencari ikan itu mengajak Melati untuk mengambil ikan disuatu tempat, dan dua lainnya diminta untuk menunggu, kurang lebih 40 menit Melati dikembalikan ketempat semula dan diberi 4 ikan kecil2 hasil tangkapannya. Namun Melati menangis kesakitan, dan darah mengalir dari vaginanya. Sampai dirumah Melati bercerita dengan orang tuanya apa yang terjadi, orang tuanya syok dan membawa Melati ke Puskesmas, namun ditolak dan dianjurkan ke RSU Pringsewu untuk mendapat visum. Sampai dirumah sakit yg jaga dokter umum , maka beliau minta agar esok harinya kembali lagi untuk di visum oleh dokter special kandungan. Orang tua Melati sudah juga melaporkan ke pihak polisi, namun sampai sekarang sudah 2 minggu belum ada penanganan dari pihak aparat/polisi?

Apa hubungan Pelecehan seksual dan perkosaan anak-anak ini?

Kami pemerhati Perempuan dan anak-anak, berefleksi…… dan menemukan bagaimana cara mengehentikan, paling tidak mengurangi kasus-kasus seperti kisah diatas. Yaitu mengisi Hari Anak-anak ini dengan “Pendidikan Seks di Usia Dini” agar anak-anak tahu, bagian-bagian tubuh mereka yang boleh disentuh oleh orang lain dan mana yang tidak boleh , dan hanya oleh dirinya sendiri. Anak-anak ini harus tahu bagaimana menjaga dirinya agar tidak menjadi obyek pelecehan orang lain. Anak-anak harus mengetahui apa yang harus dibuat apa bila ada orang lain yang memaksa mau menyentuh zona pribadinya ( Mulut, Dada/payudara, alat kelamin ( Vagina /penis) serta pantat) atau diajak untuk bermain rahasia-rahasiaan ) dan berpesan agar tidak cerita ke orang lain, termasuk mama, papa, guru, kakek ataupun neneknya. Jangan mau diajak oleh orang yang tidak dikenal, dengan modus apapun, diberi gula-gula, mainan, barang-barang menarik lainnya. Anak harus berani mengatakan “ tidak”.

Pada tanggal 24 April menurut Kalender JPIC Fransiskan adalah Hari Anak-anak. Sekitar 300 anak katolik usia TK dan SD sampai kelas 3, berkumpul di Aula SD Fransiskus Pringsewu, kebetulan hari itu adalah hari libur Nasional, sehingga anak-anak bisa berkumpul diantar oleh orang tuanya. Mengapa orang tuanya kita ikut sertakan, supaya mereka bisa meneruskan pendidikan seks ini kepada anak-anak mereka didalam kehidupan sehari-hari mereka, supaya orang tua waspada, selalu menjaga anak-anak mereka agar tidak jatuh menjadi korban kekerasan maupun pelecehan seksual orang jahat. Sebab orang jahat ada dimana-mana, termasuk didalam keluarga mereka. Sebab pelaku kekerasan dan pelecehan sering kali dilakuakan oleh bapaknya sendiri, kakeknya sendiri ataupun, paman dan kakak laki-lakinya sendiri. Mengerikan orang jahat ada dimana-mana baik didalam maupun diluar rumah, namun satu hal anak harus dibekali senjata untuk dapat melindungi dirinya sendiri.

Sonya bisakah kamu dapat menjelaskan ttg bagian tubuh dan bagaimana cara melindungimu?

Tubuhku memiliki   bagian yang dapat dilihat dan bagian pribadi yang ditutupi oleh pakaian dan celana dalam, tidak ada orang yang boleh menyentuh bagaian tubuhku pribadiku kecuali mama, papa atau dokter jika aku ditemani mama

Tubuhku adalah milikku, aku dapat menolak setiap orang asing yang ingin menyentuhku jika aku merasa tidak aman. Jika ada seseorang yang menyentuh tubuhku     dengan cara yang aku tidak suka aku akan berteriak keras dan berkatab tidak, aku akan berlari dan melarikan diri dan aku akan menceriterakan kepada mama, papa dan orang dewasa yang berada dilingkaran aman, karena mereka selalu melindungiku

 

 

SALAH SATU PENYEBAB ANAK RENTAN MENJADI KORBAN TERHADAP KEKERASAN SEKSUAL ADALAH KARENA ORANG TUA TIDAK MEMBERIKAN PENDIDIKAN SEKS SEJAK DINI

Anak-anak memiliki daya rekam yang kuat, pesan-pesan moral yang baik perlu ditanamkan kepada mereka, dan terekam dibawah sadar seperti :

KATA BUNDAAKU BELUM MENGENAL ANGGOTA TUBUHKU DAN MENYEBUT ISTILAH YANG SEBENARNYA”

MENGGUNAKAN ISTILAH LAIN KATA BURUNG UNTUK PENIS HANYA AKAN MEMBUAT ANAK BINGUNG

KATA BUNDA “KALAU MANDI DITEMPAT UMUM TIDAK BOLEH GANTI BAJU DILUAR KARENA BANYAK ORANG AKU HARUS GANTI DIRUANG GANTI BAJU”

 

TANAMKAN RASA MALU SEJAK DINI AGAR IA TAHU MAHWA ALAT KELAMIN ADALAH AREA PRIBADINYA YANG TIDAK BOLEH DILIHAT ATAU DISENTUH OLEH SEMBARANGAN ORANG

 

KATA BUNDAKALAU LAGI JALAN-JALAN DI MALL AKU TIDAK BOLEH JAUH-JAUH, NANTI BISA KETEMU ORANG JAHAT. BIASANYA Orang jahat akan KASIH AKU AKU MAIANAN,permen, BONEKA DAN MENGAJAKKU BERBAGI RAHASIA “

 

KATA BUNDA : “ AKU TDK BOLEH DISENTUH “ DISINI ( Bibir) , DISINI ( dada/ buah dada ) DISINI ( vagina dan penis ) DAN DISINI ( Pantat)

 

DENGAN PENDIDIKAN SEKS YANG DITANAMKAN ANAK SEJAK DINI ANAK AKAN DAPAT MEMBENTENGI DIRINYA DARINYA DARI KEJAHATAN SEKSUAL SELAIN ITU JUGA AKAN MEMUDAHKAN ANAK DALAM MENGEMABANGKANKAN HARGA DIRI KEPERCA DIRI SERTA KEPRIBADIAN YANG SEHAT

 

“JANGAN LUPA KATA BUNDA”

 

Seringkali kita masih mendengar ada larangan anak-anak dan perempuan untuk tampil dan berbicara. “Hai perempuan dan anak tidak berhak berbicara”

Anak-anak direndahkan diremehkan, dibatasi geraknya.

Saatnya kita melatih anak-anak baik anak laki-laki maupun perempuan untuk menyampaikan pendapatnya, perasaannya.

 

Memperkenalkan kepada anak-anak kita bedanya orang asing, dengan teman/sahabat atau kerabat, ajarkan anak untuk mempercayai perasaannya, ajarkan anak untuk mempercayai perasaannya, ajarkan atau latih anak untuk memperhatikan berbagai macam perasaan ketika berhadapan dengan orang lain, apakah itu MARAH, apakah itu menyenangkan, apakah itu menyedihkan, apakah itu membingungkan, dan Belajar berkata “TIDAK “ “JANGAN’” “TIDAK MAU” “ JANGAN BEGITU” “ No! “

Belajar bersikap TEGAS, JUDES, Bahkan BERBOHONG” ketia merasakan dirinya terancam, yakinkan anak masih bisa berbagi dengan kita.

Biasakan anak untuk menahan pandangan dan menjaga kemaluan sejak dini, keluarga dan sekolah harus punya “BUDAYA” dimulai dari orang tua dan guru, tidak pakai, pakain minim dan celana pendek, Biasakan anak untuk tertib saat tidur, Biasakan anak perempuan khususnya tidak pakai pakaian minim, Tutup Kamar, Pisah Tidur dengan Orang tua, atau saudara lawan jenis, kalau tidak ada kamar lain, batasi den Gordyn, Sprei atau apa saja, Membiasakan Tertib saat mandi:

  1. Bisa mandi sendiri,
  2. Bisa Istinja sendiri
  3. Tidak mandi dan istinja dengan orang lain
  4. Menutup tubuh bukan hanya dengan handuk ketika keluar dari kamar mandi , tidak mengganti baju anak ditempat terlihat orang lain.
  5. Orang tua tidak berganti pakaian didepan anak

 

TERIMAKASIH TELAH IKUT BERJUANG

MENYELAMATKAN ANAK INDONESIA DARI KEKERASAN SEKSUAL DAN PORNOGRAFI

LAKUKAN YANG KITA BISA

 

(Sr.M. Khatarina FSGM)