MANCING YUUKK… MANCING….


Komunitas St Yusuf Pringsewu mengadakan acara mancing bersama di pemancingan Jumbo Fish daerah Pagelaran, Selasa, 02 Mei 2017. Sekitar Pkl 10.00 WIB, dengan menggunakan 3 mobil, rombongan para suster meluncur ke lokasi pemancingan yang berada kira-kira 20 menit dari susteran. Acara mancing bersama ini adalah sebagai bentuk dukungan komunitas, untuk Sr.M. Vera dan Sr.M. Bernardine yang sebentar lagi akan memulai tugas perutusan yang baru. Sr.M. Vera akan bertugas di Komunitas St. Antonio Baturaja, sedangkan Sr.M. Bernardine akan mendampingi anak-anak di sekolah SLB yang ada di Komunitas St Fransiskus Kampung Ambon, Jakarta.

Kira-kira pkl 10.30, rombongan para suster yang menggunakan mobil 1, sampai ditempat pemancingan. Lalu beberapa menit kemudian, disusul oleh rombongan lain. Setelah semuanya sampai, bapak pemilik kolam mulai menyiapkan pancing dan umpan yang akan digunakan untuk memancing. Para Suster pun langsung mengambil pancing dan umpan yang disediakan, lalu mencari posisi sesuai kenyamanan masing-masing. Ada yang berdiri diujung kolam sambil berteduh dibawah pohon kelapa, ada yang duduk dibawah pohon pisang, ada juga yang jalan kesana kemari, berpindah-pindah tempat karena belum merasa nyaman.

Tak lama setelah masing-masing asyik berkonsentrasi dengan pancingnya, terdengar teriakan suara dari salah satu suster, karena umpannya berhasil dimakan ikan. Lalu dengan bangganya, suster itu pun mengangkat ikan hasil pancingannya, kemudian bergaya dan berfoto. Setelah itu disusul suara-suara teriakan kegembiraan dari suster-suster lain, yang juga mendapatkan ikan. “Assiikkk… aku dapat ikan guede…. Mantaapp….,” teriak Sr.M. Vianna yang bahagia karena mendapatkan ikan besar. Tapi ada juga teriakan kekecewaan, karena ikan besar yang terpancing akhirnya lepas dan memutuskan senar pancing. “Yaahhh…. Ikannya lepas… pancing ku putus… gak mau tau, pokoknya aku dapat ikan besar lho ya tadi… pokoknya aku dapat ikan besar…”, begitulah ungkapan kekecewaan Sr.M. Lusie ketika ikan besar yang dipancingnya berhasil melarikan diri dan menggondol pancingnya. Suara tertawa pun menyusul karena melihat ekspresi kekecewaan yang lucu.

Setelah semua lelah, dan terik matahari terasa semakin panas, para suster pun mengakhiri acara memancingnya dengan makan bersama di sebuah gubuk yang ada didekat kolam. Mereka menikmati ikan bakar hasil pancingan siang itu, sambil minum air degan yang telah disediakan. Usai makan siang bersama, para suster pun bersiap-siap untuk pulang sambil membawa sebagian ikan hasil pancingan untuk oleh-oleh para suster yang ada di rumah. Sukacita dan kegembiraan terus terungkap dari cerita-cerita para suster. Semoga juga mampu memberi semangat untuk Sr.M. Vera dan Sr.M. Bernardine yang akan memulai tugas perutusan yang baru. (ThM)