Menjadi Pemimpin dalam Iman Persaudaraan


Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK)

Putra-putri Altar Paroki Santo Bonaventura Pulomas

Belajar untuk menjadi pemimpin yang baik bukanlah langsung jadi tetapi juga membutuhkan proses dan perjuangan. Dari proses dan perjuangan ini putra-putri altar  diajak untuk dapat melayani lebih baik terlebih menjadi pengurus  yang mampu bertanggungjawab, tegas, disiplin, dan terlebih memiliki semangat melayani seperti Yesus yang melayani. Pada tahun ini putra-putri altar Santo Bonaventura Pulomas mengadakan LDK di Tiara camp  Bandung. Di arena perkemahan ini para putra-putri altar berproses untuk mengenali diri sendiri dan mengenali sesama yang terdekat dengan kita. Lewat animasi yang kreatif mereka akhirnya berani keluar dari diri sendiri dan berani juga menilai teman dengan objektif. Semuanya ini bertujuan untuk saling terbuka dan jujur serta melatih keberanian dalam memberikan pendapat ataupun tanggapan. Selain itu para putra-putri altar juga belajar public speaking. Dimana mereka belajar berbicara dengan baik, tegas, dapat ditangkap dengan baik. pemilihan kata yang tepat dan ekpreasi dalam berbicara. Hal ini diajarkan oleh TIM LDK  JPIC FSGM ( Sr.M. Valentina FSGM, Sr. M. Mariela FSGM, Frater Charles OFM, dan kak Wisnu OMK Pringsewu Lampung).

Menjadi pemimpi yang baik tentu saja tolak ukurnya adalah Yesus sendiri, menjadi pemimpin perlu menjadikan Yesus sebagai pegangan hidup. Terlebih ketika kita mengalami kegelapan dalam hidup. Peristiwa dan pengalaman jalan iman yang mereka lalui  dapat membawa mereka pada kesadaran bahwa dalam kegelapan kita tak mampu berbuat apa apa. Apa yang muncul dalam hati para putra-putri altar ini dalam proses jalan iman? yang muncul dalam benak mereka dan kita semua adalah segala kesalahan dan dosa kita serta mengharapkan belaskasih Allah.

Proses yang lengkap sudah dilewati oleh putra-putri altar paroki santo Bonaventura. Selanjutnya di hari terakhir mereka memilih diantara mereka calon pemimin yang layak untuk menjabat sebagai pemimpin dalam putra-putri altar dan memiliki semangat pelayanan. Rm hendaryono sebagai pastor paroki memberikan dukungan penuh kepada putra-putri altar. Mengikuti segala proses dengan penuh kegembiraan dan kesetiaan, Dan dalam homily misa penutupan beliau mengatakan bahwa misdinar adalah pelayan yang paling dekat dengan meja altar. Menyadari bahwa  menjadi putra-putri altar adalah panggilan, membantu para misdinar untuk  lebih semangat dalam pelayanan. (Mar)