Pertemuan Yunior Karya


“Semakin Mesra dengan Yang Illahi…. “

Jumat,01 Desember 2017 sekitar pkl 11.00 WIB, hall RR Laverna terdengar begitu ramai. Mereka tidak lain adalah Para Suster Yunior yang akan memulai pertemuan pada sore harinya. Dan suara-suara itu merupakan ekspresi rasa bahagia mereka, karena bisa kembali bertemu dengan teman-teman seperjuangan yang meskipun tidak begitu jauh tinggalnya, namun jarang bisa bertemu apalagi sekedar bercerita. Maka rasa bahagia itupun tak bisa dibendung lagi. Beragam ekspresi yang terungkap lewat kata-kata dan gerak tubuh, sungguh mengungkapkan kedalaman rasa rindu serta bahagia.

Pkl 16.30 WIB, pertemuan dibuka oleh Sr.M. Yoseta sebagai pembimbing Yunior. Diawal pertemuan ini, para Suster diajak untuk melihat kembali pengalaman-pengalaman perjalanan panggilan yang telah dilalui. Apakah sudah sungguh-sungguh dalam menjalin relasi yang mesra dan akrab dengan Tuhan sendiri, dalam doa-doa baik itu bersama maupun pribadi. Ini adalah penghantar untuk memasuki sesi selanjutnya, yang kemudian diisi oleh Sr.M. Henrika.

Sr.M. Henrika memaparkan tentang makna Devosi, dimana Devosi ini juga memiliki unsur penting untuk membantu agar semakin dekat dengan Tuhan. Selain itu juga membantu dalam perkembangan dan kesuburan iman. Sebab iman tidak hanya perlu diakui, tetapi juga perlu untuk diungkapkan dan diwujudkan. Disesi selanjutnya Sr.M. Emilia memperjelas tentang ungkapan dan penghayatan iman. Doa-doa dasar menjadi pijakan pertama untuk mengungkapkan iman. Yang semakin dilengkapi dengan doa adorasi dan Ekaristi.

Setelah mendapat penjelasan yang cukup tentang Devosi dan Adorasi, selanjutnya masuk dalam kelompok untuk membuat Adorasi sesuai tema yang telah ditentukan. Hal ini dilakukan agar para Suster Yunior semakin paham bagaimana membuat Adorasi, dan doa-doa praktis yang seringkali ada banyak kesalahan namun tidak disadari. Selanjutnya, oleh Sr.M. Marianne dihantar untuk masuk dalam keheningan dengan beberapa tuntunan refleksi. Merenungkan kembali apa yang sudah didapatkan, agar tidak hilang dan terlewatkan begitu saja. Dihari terakhir, para Suster kembali masuk dalam keheningan untuk merenungkan perjalanan panggilan. Sr.M. Albertha hadir untuk menutup pertemuan, dan dalam kesempatan itu Sr.M. Albertha memberikan semangat kepada para Suster muda ini, agar selalu memelihara relasi dengan Tuhan. Sehingga menjadi pribadi yang tangguh dan siap untuk diutus kemanapun dan dimanapun dibutuhkan. Pertemuan ditutup dengan ibadat siang dan dilanjutkan dengan makan siang lalu sayonara… Proficiat untuk Suster-suster Yunior…. (ThM)