Selamat Jalan Sr. M. Johanna FSGM


Riwayat Hidup Sr. M. Johanna FSGM

Allah selalu setia pada diriku, aku merasakan pada waktu aku duduk di depan tabernakel, diam tanpa bicara, Ia begitu dekat denganku

 Sr. M. Johanna lahir 18 September 1938 di Boro, Kulon Progo dari buah cinta Paulus Surokario dan Paula Surokario.

Josefa Ngadinem adalah nama Sr. M. Johanna sebelum masuk biara. Pada tanggal 26 Juli 1959 masuk  postulat Suster-Suster Fransiskan St. Georgius Martir di Pringsewu, memulai masa Novisiat 2 Juli 1960, mengikrarkan profesi pertama 26 Juli 1962 dan berprofesi kekal pada tanggal 19 Maret 1968. Sr. M. Johanna merayakan pesta emas hidup membiara pada tanggal 25 November 2011.

Sr. M. Johanna mengabdikan diri dalam hidup membiara dengan tugas pelayanan di berbagai tempat:

Tahun 1962-1965 tugas belajar sebagai perawat di SPK Perdhaki Palembang.

Tahun 1965-1966 bertugas di Komunitas St. Maria Metro sebagai perawat di klinik St. Maria Metro.

Tahun 1967-1968 bertugas di Komunitas Maria Regina Kotabumi sebagai perawat di klinik Maria Regina Kotabumi.

Tahun 1968-1971 kembali bertugas belajar mengambil program Bidan di Semarang.

Tahun 1971-1973 bertugas di Komunitas St. Fransiskus Tanjungkarang sebagai bidan di Klinik Xaverius Tanjungkarang.

Tahun 1973-1981 bertugas di Komunitas Kampung Ambon Jakarta sebagai bidan di Klinik Kampung Ambon.

Tahun 1981-1984 bertugas di Komunitas Maria Fatima Gisting sebagai bidan di Klinik Panti Secanti Gisting.

Tahun 1984-1986 kembali bertugas di Komunitas Maria Regina Kotabumi sebagai pemimpin karya dan bidan di Klinik Maria Regina Kotabumi.

Tahun 1986-1988 bertugas di Komunitas St. Antonio Baturaja sebagai pemimpin komunitas dan bidan di Rumah Sakit St. Antonio Baturaja.

Tahun 1988-2007 bertugas di Komunitas St. Fransiskus Baturetno sebagai penanggungjawab komunitas dan bidan di BKIA Pancasila Baturetno.

Tahun 2007-2018 Bertugas di Komuitas Maria Regina Kotabumi sebagai pemimpin komunitas dan Bidan di Rumah Sakit Maria Regina Kotabumi.

Tahun 2018 ia dipanggil Tuhan beliau di Komunitas Maria Fatima Gisting.

Pada bulan Mei 2018 Sr. M. Johanna mengalami sakit yang cukup serius, ditengah rasa sakitnya beliau berusaha menyatukan penderitaannya dengan penderitaan Yesus sendiri kendati ia sadari tidaklah  mudah untuk berpasrah.

Dalam refleksinya Sr. M. Johanna menulis, ”Allah selalu menunjukkan kasih-Nya dalam situasi apa pun, selalu menyapa diriku melalui peristiwa-peristiwa kecil maupun besar, Allah begitu setia pada diriku”.

Sr. M. Johanna seorang yang beriman mendalam yang mendasarkan seluruh hidupnya pada Allah, melalui hidup doa yang ia hayati setiap hari yang menjadi kekuatan dalam menjalani panggilannya. Kekuatan yang berasal dari Allah ini yang menjadikan Sr. M. Johanna seorang pribadi yang tulus dan lembut, sederhana, gembira, serta memiliki hati bagi orang-orang kecil. Ia mensyukuri setiap tugas pelayanan yang dipercayakan kepadanya, serta mewujudkan kasih-Nya dalam pelayanan sebagai sarana untuk menyucikan diri sendiri dan sesama.

Sr. M. Johanna adalah seorang pribadi yang memiliki kesiapsediaan yang tinggi dan bersemangat dalam melayani. Ia tidak pernah menunda jika seseorang membutuhkan pertolongannya.

Meskipun usia beliau tidak muda lagi, Sr. M. Johanna memiliki keterlibatan yang aktif dalam mengembangkan karya.

Sr. M. Johanna mengalami begitu banyak rahmat dan berkat yang diterima melalui para suster dan orang-orang di sekitarnya.

Pada tanggal 22 Maret 2019 kondisi Sr. M. Johanna semakin menurun dan menerima sakramen minyak suci dari Rm. Antonius Joko SCJ. Karena Sr. M. Johanna memerlukan perawatan khusus ia dirawat di ruang HCU Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu selama beberapa hari, dan pada tanggal 27 Maret 2019 ia kembali dirawat di Rumah Sakit Panti Secanti Gisting.

Tanggal 01 April 2019 kondisi beliau semakin menurun dan pada pukul 20.20 WIB. Sr. M. Johanna dijemput oleh Tuhan Sang pemberi hidup didampingi dengan doa-doa para suster.

Kini Tuhan yang baik itu telah mengambil seluruh penderitaannya dan memberinya kebahagiaan yang kekal bersama para kudus dalam kemuliaan kekal. ***

 Dok. Propinsi