Empati Uskup Harun Yuwono-COVID 19


Bencana tsunami virus corona 19 yang tengah melanda dunia, kini merebak ke Negara Indonesia juga ke Sang Bumi Ruwa Jurai Lampung.

Sebagai pemimpin Gereja Katolik tertinggi di Propinsi Lampung, Bapa Uskup Yohanes Harun Yuwono mengeluarkan kebijakan serta pernyataan empati dan harapannya untuk semua warga masyarakat Lampung.

Ekaristi dan Kegiatan Gereja

Sehubungan dengan bencana virus tersebut, beberapa minggu yang lalu Uskup Harun telah menutup sementara semua gereja dan menghentikan seluruh aktivitas kerohanian kecuali Ekaristi privat, yang harus tetap dilakukan oleh para imam.

Ekaristi privat itu diadakan dalam live streaming agar dapat diikuti oleh umat dari rumah masing-masing. Dalam Ekaristi privat itu, para romo mendoakan semua orang yang telah meninggal dan yang terpapar sakit karena covid 19. Juga mendoakan para dokter, medis, ilmuwan, pemerintahan pusat dan daerah dan masyarakat umumnya.

Aksi nyata

Uskup Harun Yuwono mengajak seluruh umat Katolik di Propinsi Lampung untuk melakukan aksi dan empati secara nyata, yakni:

  • Mematuhi protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh pemerintahan pusat dan daerah. Tetap tinggal di rumah, tidak keluar rumah, kecuali sangat perlu dan mendesak. Sesering mungkin mencuci tangan, menjaga stamina dan imunitas tubuh. Hidup secara sehat.
  • Jika sakit, segera menghubungi petugas kesehatan terdekat dan dengan jujur mengatakan apa yang kita rasakan dan lakukan sekurang-kurangnya dalam 14 hari terakhir.
  • Tidak perlu panik, dengan berbagai spekulasi situasi hari-hari mendatang. Tak perlu melakukan rush buying, menimbun barang kebutuhan pokok. Juga tidak menyiarkan berita bohong atau hoaks. Semua pihak hendaknya dapat menahan diri dan dapat menghilangkan stigma buruk pada warga yang terjangkit covid 19. Tidak memolitisasi situasi dan tidak saling menyalahkan apalagi memfitnah menggunakan isu sara

Covid 19 itu tidak mengenal status sosial atau latar belakang apa pun dari seseorang. Kita sepenuhnya harus    mendukung kebijaksanaan pemerintah pusat dan daerah dalam rangka memutus mata rantai virus corona atau covid 19.

  • Bagi yang terpaksa harus bekerja di luar rumah sebagai tulang punggung keluarga, hidup keluarga ditentukan oleh penghasilan harian Anda, hendaklah Anda tetap menjaga jarak dalam perjumpaan dengan orang lain dengan mengikuti protokol kesehatan dan jangan lupa memakai masker.

Uskup berjanji akan menyatukan hati, pikiran serta doa-doanya untuk mereka dan keluarga mereka agar tetap sehat.

Uskup juga akan mengajak umatnya untuk memupuk rasa solider dan setia kawan dengan mereka yang hidupnya pas pasan, berpenghasilan sehari untuk sehari.

Ucapan terimakasih dan semangat

Ucapan terimakasih yang mendalam ditujukan untuk para dokter dan petugas kesehatan yang berada di garis depan dalam merawat pasien yang terpapar covid 19.

Terimakasih atas kerelaan, keberanian, ketulusan, kebulatan hati dalam karya luhur kemanusiaan ini. Dikatakan juga oleh Uskup bahwa mereka ini bekerja sambil menyabung nyawanya sendiri. Para tim kesehatan itu sesungguhnya adalah pahlawan yang sedang menyembuhkan dunia. Tetaplah sehat dan semangat, juga untuk  keluarga mereka.

Doa yang tak kunjung putus dipanjatkan. Kami semua turut mendukung seluruh pengorbanan tim kesehatan dan para medis ini untuk kesembuhan saudara-saudari dalam kemanusiaan.

Kepada para ilmuwan,peneliti, ahli biologi dan kimia, teruslah bekerja secara maksimal, temukanlah vaksin anti covid 19. Pekerjaan dan penemuan Anda akan dikenang turun temurun sebab Anda sedang menyelamatkan umat manusia dan dunia. Semoga semua pihak terutama pemerintah pusat dan daerah memberikan berbagai kemudahan fasilitas untuk pekerjaan yang sedang anda lakukan.

Penggalangan dana

Mgr. Yohanes Harun Yuwono juga melakukan penggalangan dana. Uskup berharap umat katolik di seluruh propinsi Lampung, rela berpartisipasi pada usaha ini. Dana tersebut akan dikelola dan disalurkan oleh Lembaga Charitas Keuskupan Tanjungkarang bekerjasama dengan Komisi Pengembangan Ekonomi Keuskupan (PSE Keuskupan) dan komisi-komisi keuskupan lain yang terkait.

Dana tersebut akan digunakan untuk membantu para dokter dan para petugas kesehatan untuk mendapatkan alat perlindungan diri (APD) sesuai dengan standar kesehatan dan untuk membantu masyarakat miskin yang telah kehilangan penghasilan atas pekerjaan harian mereka.

Kepada semua pastor paroki di seluruh propinsi Lampung, Uskup juga meminta dengan sungguh-sungguh untuk menggunakan prosentasi dana Aksi Puasa Pembangunan (APP) yang diperuntukan bagi paroki untuk kegiatan aksi sosial dan solidaritas kemanusiaan. Prosentasi APP yang harus dikirimkan ke keuskupan, akan digunakan untuk aksi kemanusiaan ini.

Bahkan kepada pastor paroki, Uskup mempersilakan juga untuk melakukan  aksi penggalangan dana dan menyalurkannya ke rekening khusus keuskupan yang tercantum dalam surat keputusan yang telah ia kirimkan.

Allah tak kehabisan cara

Uskup berharap semoga pandemi covid 19 ini segera berakhir. Sehingga semua bersama anak bangsa dan masyarakat dunia dapat kembali hidup dalam kegembiraan dan sukacita dalam persaudaraan yang sejati seperti sediakala.

Uskup juga meminta kepada seluruh umat katolik dan umat Kristen pada umumnya, untuk senantias mengingat akan janji Yesus, yang oleh penginjil Yohanes disebut Sang Kebenaran. (Yohanes 14:6).Dan dalam Kitab Wahyu (Wahyu 1:5), dikatakan, Saksi Kebenaran, “Aku akan menyertaimu sampai akhir zaman” (Matius 28:20).

Dalam situasi pandemi saat ini Tuhan pasti akan selalu bersama kita  dan kita harus yakin, bahwa Allah tidak akan pernah kehabisan cara untuk menolong kita. ***

“Kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan orang-orang dewasa ini, khususnya mereka yang miskin, dan mereka yang menderita, adalah juga kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan para pengikut Kristus. Sebab, orang-orang kristiani adalah juga anggota keluarga manusia.” (Dok. Konsili Vatikan II, Gaudium et Spes, artikel 1)

M. Fransiska FSGM

(Live streaming, “Sejenak Bersama Uskup Di tengah Pandemi COVID 19, Sabtu, 4 April 2020, pkl. 09.00 WIB).