Bagaimana proses seorang pemudi sampai menjadi Suster FSGM?
Menjadi Suster FSGM bukanlah proses yang berlangsung dalam waktu singkat. Seorang calon menjalani beberapa tahap pembinaan atau formatio. Setiap tahap membantu calon mengenal panggilan, kehidupan religius, spiritualitas FSGM, kehidupan komunitas, serta kesiapan untuk mengabdikan diri kepada Tuhan dan sesama.
Secara umum, perjalanan tersebut berlangsung melalui beberapa tahap berikut:
1. PENGENALAN AWAL
Orientasi Panggilan / Live In
Tahap pertama merupakan kesempatan bagi seorang pemudi untuk mengenal kehidupan Kongregasi FSGM secara lebih dekat.
Calon dapat mengikuti kegiatan bersama para suster dan merasakan secara langsung kehidupan komunitas.
Tujuannya:
- Mengenal kehidupan religius FSGM.
- Mengenal para suster dan kehidupan komunitas.
- Mengikuti kegiatan dan pelayanan yang dilakukan para suster.
- Mulai melihat dan memahami panggilan hidup yang mungkin Tuhan berikan kepadanya.
Tahap ini menjadi kesempatan awal untuk bertanya kepada diri sendiri:
“Apakah Tuhan memanggil saya untuk hidup sebagai seorang religius?”
2. ASPIRANTAT
Masa Aspiran merupakan tahap bagi pemudi yang ingin mengenal Kongregasi FSGM secara lebih dekat.
Menurut informasi FSGM Indonesia, masa ini berlangsung sekitar 3 bulan sampai 1 tahun. Pada tahap ini, calon memperoleh gambaran yang lebih nyata mengenai kehidupan membiara dan didampingi untuk mengambil keputusan secara bebas mengenai panggilannya.
Dalam masa aspiran, calon belajar:
- Mengenal kehidupan membiara.
- Hidup bersama dalam komunitas.
- Mendalami kehidupan iman dan rohani.
- Mengenal diri sendiri secara lebih mendalam.
- Mengenali kemampuan dan keterbatasan diri.
- Membuka diri terhadap pendampingan.
Tujuannya:
- Membantu calon menemukan arah hidup sebagai jawaban atas panggilan Tuhan.
- Membantu calon mengenali kemampuan, hambatan, dan motivasi dalam dirinya.
- Membantu calon mengambil keputusan secara bebas dan bertanggung jawab.
- Menemukan calon-calon yang sesuai dengan kehidupan Kongregasi FSGM.
Dengan demikian, aspiran belum berarti seseorang sudah menjadi suster. Ini masih merupakan masa untuk mengenal, mempertimbangkan, dan mematangkan keputusan panggilan.
3. POSTULAT
Setelah tahap aspiran, calon dapat melanjutkan ke masa postulat.
Dalam tahap ini, calon semakin serius mempersiapkan diri untuk kehidupan religius.
Yang dijalani antara lain:
- Pendalaman iman dan kehidupan rohani.
- Pengenalan terhadap spiritualitas FSGM.
- Kehidupan bersama dalam komunitas.
- Kegiatan sosial dan pelayanan.
- Pendampingan pribadi dan komunitas.
- Proses mengenal diri sendiri dan relasi dengan Tuhan secara lebih mendalam.
Tujuan utama postulat:
Menguji dan mematangkan motivasi serta kesiapan calon untuk menjalani hidup religius.
Calon belajar apakah dirinya sungguh-sungguh mampu dan bersedia menjalani kehidupan komunitas, bekerja sama dengan orang lain, hidup dalam doa, disiplin, pelayanan, serta mengikuti tata kehidupan Kongregasi.
4. NOVISIAT
Novisiat merupakan tahap yang sangat penting dalam proses pembentukan seorang calon religius.
Menurut FSGM Indonesia, masa novisiat berlangsung selama dua tahun, yang terdiri dari tahun pertama sebagai tahun kanonik dan tahun kedua sebagai tahun apostolik.
Tahun Pertama — Tahun Kanonik
Tahun pertama terutama digunakan untuk pembentukan:
- kehidupan rohani;
- kehidupan membiara;
- pemahaman spiritualitas;
- penghayatan hidup komunitas;
- pendalaman konstitusi Kongregasi;
- pemurnian motivasi panggilan.
Para novis diajak semakin mengenal pengalaman akan Allah secara pribadi dan konkret serta membangun dasar kehidupan religius.
Mereka belajar mengembangkan kehidupan doa dan kontemplasi sekaligus belajar hidup sebagai saudari dalam komunitas.
Tahun Kedua — Tahun Apostolik
Pada tahun kedua, para novis mulai diperkenalkan dengan karya kerasulan dan pelayanan Kongregasi FSGM.
Mereka mendapatkan pengalaman langsung dalam karya pelayanan.
Pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk melihat secara lebih nyata apakah mereka sungguh memiliki kesungguhan dan kesiapan untuk melanjutkan panggilan hidup religius.
Namun, menurut penjelasan FSGM, sebelum pengikraran profesi sementara, para novis kembali ke rumah novisiat sekurang-kurangnya lima bulan sebelumnya.
Tujuan Novisiat
Secara sederhana:
Novisiat adalah masa untuk semakin mengenal Tuhan, mengenal diri sendiri, mengenal FSGM, dan menguji kesungguhan panggilan untuk hidup sebagai seorang religius.
5. KAUL PERTAMA
Profesi Sementara
Setelah menyelesaikan masa novisiat dan memenuhi persyaratan untuk melanjutkan, calon dapat mengikrarkan kaul pertama atau kaul sementara.
Pada tahap ini, seseorang secara resmi mulai menjalani kehidupan sebagai Suster FSGM.
Kaul yang diikrarkan adalah:
1. Kemiskinan
Menyerahkan diri kepada Tuhan dan belajar menggunakan segala sesuatu secara sederhana serta bertanggung jawab.
2. Kemurnian
Menyerahkan seluruh hidup kepada Tuhan dan menghayati kasih secara total dalam panggilan hidup religius.
3. Ketaatan
Berusaha mencari dan melaksanakan kehendak Tuhan melalui kehidupan dan perutusan Kongregasi.
Apa yang dilakukan setelah kaul pertama?
Sebagai Suster FSGM, seorang suster mulai dapat terlibat lebih aktif dalam karya Kongregasi, misalnya:
- pendidikan;
- kesehatan;
- pastoral;
- pelayanan sosial;
- karya kemanusiaan;
- pendampingan umat;
- dan berbagai bentuk pelayanan lainnya.
Pada tahap ini, formasi belum berhenti.
Seorang suster tetap menjalani pembinaan dan pendampingan, memperdalam spiritualitas, mengembangkan kemampuan, menjalani kehidupan komunitas, serta melanjutkan pendidikan atau persiapan sesuai kebutuhan perutusan.
Masa kaul sementara dapat berlangsung beberapa tahun sampai seorang suster benar-benar siap untuk mengikrarkan kaul kekal. Halaman Formatio FSGM Indonesia menyebut rentang 5–9 tahun, bergantung pada proses formasi lanjutan.
6. KAUL KEKAL
Komitmen Seumur Hidup
Setelah menjalani masa kaul sementara dan melalui proses pembinaan serta discernment, seorang suster dapat sampai pada tahap kaul kekal.
Kaul kekal merupakan penyerahan diri secara definitif kepada Tuhan dalam Kongregasi FSGM.
Dengan kaul kekal, seorang suster menyatakan kesediaannya untuk menghayati:
Kemiskinan – Kemurnian – Ketaatan
sebagai jalan hidupnya sampai akhir.
Makna Kaul Kekal
Kaul kekal merupakan:
- komitmen seumur hidup kepada Tuhan;
- komitmen untuk hidup dalam Kongregasi FSGM;
- kesediaan menjalankan perutusan Kongregasi;
- kesediaan melayani Gereja dan sesama;
- penghayatan hidup religius dalam semangat Fransiskan.
Dengan demikian, perjalanan formasi tidak hanya bertujuan “menjadi suster”, tetapi mempersiapkan seseorang agar semakin mampu hidup sebagai pribadi yang sungguh menyerahkan diri kepada Tuhan dan melayani sesama.

