Profesional Dalam Kasih


Syukur atas anugerah panggilan dan kesetiaan Allah. Tiga suster FSGM merayakan pesta 60 tahun profesi. Yakni: Sr. M. Ignatia, Sr. M. Electa, Sr. M. Leoni. Empat suster merayakan pesta 25 tahun hidup membiara: Sr. M. Klarentin, Sr. M. Huberta, Sr. M. Elina, Sr. M. Genoveva. Dua suster mengucapkan profesi kekal: Sr. M. Ivana dan Sr. M. Antoni.

Perayaan Ekaristi dipersembahkan oleh Uskup Agung Palembang sekaligus Administrator Apostolik Keuskupan Sufragan Tanjungkarang Mgr. Yohanes Harun Yuwono dan Uskup Emeritus Mgr. Al. Sudarso SCJ, Kapel Biara St. Yusuf, Pringsewu, 25 November 2021

Dalam homilinya Mgr. Harun Yuwono mengatakan bahwa pemberian diri para suster menjadi luhur karena ingin menghadirkan Allah Yang Maha Rahim untuk keselamatan semua orang.

Uskup berharap pemberian diri ini hendaknya dihidupi dengan semangat dan spirit seperti yang dimiliki Allah. Rendah hati. Tidak mempertahankan ide. Pemikiran. Pendapat. Bila terjadi beda pendapat, duduk bersama. Berdialog. Hingga ada kesepakatan.

Selain itu, membangun persaudaraan sejati. Tak terpisahkan satu sama lain. Saling mengasihi. Tanpa pilih kasih.

 Profesional dalam kasih

Hal yang sama juga disampaikan oleh Uskup Emeritus, Mgr. Al. Sudarso di akhir Perayaan Ekaristi. Dikatakan, pengucapan profesi para suster yang terjadi hari ini, bukan sekedar pengucapan profesi. Tetapi profesional dalam kasih. Dalam pelayanan apa pun yang akan diberikan Tuhan lewat kongregasi.

Profesional dalam kasih pertama-tama harus merelakan diri. Melepaskan. Tidak posesif dalam harta benda. Orang. Pendapat. Pemikiran. Taat dengan melibatkan Tuhan dalam hidup.

Profesional dalam kasih tidak hanya untuk kaum imam dan para religius. Tetapi juga dalam hidup berkeluarga. Supaya setiap anggota keluarga merasa dicintai. Dikasihi. ***

M. Fransiska FSGM