BOLEHKAH ANAK BERSIKAP TIDAK SOPAN KEPADA ORANGTUA, DENGAN ALASAN MASIH KANAK-KANAK?


Oleh : Elisabeth (Uci)

Mahasiswa S2 – Unesa

“Tidak apa-apa, masih anak-anak, nanti kalau sudah besar pasti juga tidak begitu!”. Inilah kalimat pembelaan beberapa orang tua yang sering menganggap sikap tidak sopan anaknya, sebagai sesuatu yang normal dan wajar -wajar saja. Bahkan dianggap sebagai sesuatu yang lucu dan pantas ditertawakan. Banyak sekali pembelaan-pembelaan dalam bentuk kalimat-kalimat yang bernada membiarkan Tindakan tidak sopan dari anak-anak, dan diberi permakluman yang seluas-luasnya oleh banyak orangtua. Mengambil kutipan dari salah satu pendapat pendiri Yayasan Theresia Sukini- Lampung, Ibu Theresia Sukini, mengatakan bahwa anak-anak sejak kecil justru harus diberi pengertian mana yang benar, mana yang salah. Karena mereka belum tau tentang baik buruk, benar salah, mana yang boleh, mana yang tidak. Ketika anak dibiarkan melakukan hal-hal tersebut, terutama sikap tidak sopan terhadap orangtua, itu akan membawa dampak buruk bagi masa depan anak itu sendiri maupun orangtuanya. Anak yang terlalu dibiarkan saat bersikap tidak sopan kepada orangtuanya, akan dirasakan oleh orangtuanya secara langsung dikemudian hari. Seperti yang dilansir dari Very Well Family, disitu dinyatakan bahwa sangatlah penting dalam mengambil pola asuh yang nantinya akan  dijalankan , dikarenakan ini semua dapat membentuk pertumbuhan dan perkembangan situasi anak secara keseluruhan, dan bagaimana sikap orangtua dalam proses kegiatan mendidik, bisa menjadi salah satu poin yang bisa memberikan dampak bagi kehidupan anak-anak di masa depan mereka.

Berdasarkan pendapat salah satu peneliti dari  University of Minnesota yang Bernama Bp.Rick Nauert, Ph.D,  beliau mengatakan bahwa pengasuhan/didikan yang salah bisa menyebabkan anak mempunyai pribadi yang membangkang terhadap orangtuanya.  Memiliki anak yang membangkang tentunya bukanlah harapan setiap orangtua, dan bukan harapan siapapun. Disisi lain, anak yang membangkang tidak hanya akan merugikan orangtuanya, tetapi juga bagi anak itu sendiri, selain dari sisi moral tetapi juga dari segi agama,karena anak tersebut akan menjadi anak yang durhaka,  dimana bisa diambil dari Kutipan berikut ini: “Dosa-dosa besar yang paling besar adalah : syirik kepada Allah, membunuh, durhaka kepada orangtua, dan perkataan dusta atau sumpah palsu” (HR.Bukhari -Muslim dari sahabat Anas bin Malik). Artinya, ini sangat mengerikan sekali. Jika kita tidak menegur kesalahn anak-anak dari kecil, sama saja kita telah menjerumuskan anak dalam kedosaan besar, dan menjauhkan mereka dari Tuhan.

Dalam Alkitab juga ada pernyataan yang menyatakan bagaimana kita harus mendidik anak dengan cara yang tegas. Berikut kutipannya :

“Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan -Nya. Karena Tuhan memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi.(Amsal 3 : 11-12).

Dari sini jelas skali dinyatakan bahwa seorang ayah(orangtua) harus memberikan pengajaran(didikan) bagi anaknya, karena sebagai bentuk rasa sayangnya kepada anaknya. Jika orangtua menyayangi anaknya, sudah patutlah mereka membimbing dan menuntun jalan anaknya, karena Tuhan telah menyatakan  supaya setiap aanak tidak bolejh menolak didikan orangtuanya, karena orangtua adalah wakil dari Tuhan itu sendiri dalam pengajaran kepada anak-anaknya.

Berikut adalah contoh ayat lain dari Alkitab yang menyatakan keuntungan bagi seorang anak yang tidak kurang ajar, tetapi sopan serta hormat kepada orangtuanya : “HORMATILAH ayahmu dan ibumu, ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini : supaya kamu berbahagia dan Panjang umurmu di bumi.

( Efesus 6: 2-3). Disini jelas sekali perintah Tuhan kepada semua anak untuk bersikap penuh hormat kepada orangtuanya supaya seorang anak mendapatkan kebahagian dalam hidupnya, ini artinya jika kita mampu mendidik anak supaya menjadi anak yang sopan dan hormat kepada orangtua, kita sedang menuntun mereka dalam jalan menuju hidup yang berbahagia dan hidupnya diberkati. Semua orangtua ingin setiap anaknya berbahagia bukan?

 

Didikan yang tepat sejak awal bukan saja membawa dampak baik bagi anak, melainkan juga orangtua, seperti yang dinyatakan dalam Amsal 29:17  : “ Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketentraman kepadamu dan mendatangkan sukacita padamu”. Dalam ayat inipun jelas dinyatakan bagaimana kita sebagai orangtua harus mau mendidik anak-anak supaya nantinya mereka membawa sukacita bagi orangtuanya. Karena tidak sedikit anak-anak yang sejak kecil kurang ajar dan tidak sopan kepada orangtuanya dan tidak dididik, maka saat dewasa mendatangkan airmata bagi orangtuanya. Mendidik anak-anak, menegur , menasehati dengan kasih merupakan tugas yang harus dilaksanakan. Semua didikan dan pengajaran sudah seharusnya dilakukan secara terus menerus tanpa bosan dan putus asa.

Dari semua pemaparan dan penjelasan diatas, sudah sangat jelas bahwa anak haruslah dididik tidak boleh ada pembiaran, terlebih dalam sikap menghormati orangtua, tidak ada anak yang boleh bersikap tidak sopan meski mereka masih kecil. Justru sejak awal lah didikan tersebut harus dilaksanakan dan dimulai, supaya anak-anak mampu memperoleh hikmat dan didikan yang tepat dalam tumbuh kembangnya, dan nantinya mereka menjadi anak yang berbahagia dan terberkati.

Jika selama ini kita masih belum bisa bersikap tegas terhadap sikap anak yang kurang sopan terrhadap orangtua, sekaranglah saatnya kita memulai didikan tersebut, tanpa melupakan kitapun harus memberikan teladan dan contoh yang baik bagi anak-anak kita.

Sebagai penutup saya persembahkan kutipan berikut :

“ Orangtua adalah sebaik-baiknya pintu surga”. (HR. Ahmad)