39 Tahun MEP Hadir di Lampung

Redaksi
2 Min Read

Tigapuluhsembilan tahun para pastor MEP (missions étrangères de Paris) hadir di Keuskupan Tanjungkarang. Maka, pada hari Kamis, 27 April 2017, diadakan Misa Syukur sekaligus menutup Pertemuan Para Uskup Regio Sumatera di Gereja Katedral Kristus Raja, Tanjungkarang.

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Mgr. Yohanes Harun Yuwono. Rm. Paul Billaud hadir untuk mewakili para romo MEP yang lain. MEP (missions étrangères de Paris) artinya Serikat Misi Imam-imam Praja dari Paris. Atas permintaan Mgr. Albertus Hermelink Gentiaras SCJ,  pada 18 Maret 1978 empat pastor MEP: Vincent le Baron, Paul Billaud, Joseph Gourdon, dan Ferdinando Pecoraro tiba di Lampung. Dari empat pastor itu, Rm. Ferdinando Pecoraro dan Rm. Vincent le Baron telah kembali kepada penciptanya. Tinggallah dua pastor, Rm. Paul dan Rm. Joseph yang masih berkarya di Keuskupan Tanjungkarang ini.

Dalam homilinya, RD. Satu Manggo mensyeringkan pengalaman kisah kasihnya bersama dengan para romo MEP. Rm. Manggo mengatakan, banyak umat tidak begitu mengenal siapakah romo MEP itu. Karena memang mereka hadir bukan untuk mewartakan diri mereka melainkan untuk mengenalkan Kristus, Sang Juru Selamat di keuskupan ini.

Selain itu, Rm. Manggo juga mengatakan, bahwa para romo MEP adalah perintis Gereja Keuskupan Tanjungkarang khususnya Gereja lokal. “Mereka sangat membantu Uskup dalam hal penggembalaan pastoral, meski sekarang tinggal dua orang. Gereja Keuskupan Tanjungkarang mengucapkan terimakasih kepada pastor MEP,” tutur Rm. Manggo.

Usai Perayaan Ekaristi acara dilanjutkan ramah tamah di aula. Dalam kesempatan itu, Rm. Paul Billaud juga menegaskan hal yang sama, bahwa mereka hadir untuk memberitakan Injil, bukan untuk yang lainnya. Sebagai ucapan terimakasih, Uskup Yohanes Harun Yuwono bersama Vikjen Tanjungkarang, RD. JB. Sujanto memberikan tanda kenangan kepada Rm. Paul Billaud. *** (M. Fr).

 

 

Share This Article