Sie Liturgi bekerjasama dengan Tim Pendamping Remaka stasi St Yusuf Pringsewu kembali mengadakan kegiatan untuk mengisi Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN). Sasaran dalam kegiatan BKSN kali ini adalah Remaka dari kelas 5 SD – kelas 9 SMP. Kegiatan ini di selenggarakan di Aula SMA Xaverius Pringsewu pada hari Minggu, 24 September 2017. Pkl 09.00 WIB peserta melakukan registrasi terlebih dahulu kemudian snack bersama. Dari daftar registrasi, peserta yang hadir berjumlah 104 orang. Ini merupakan sesuatu yang patut disyukuri. Karena panitia memperkirakan bahwa jumlahnya tidak akan mencapai 100 orang. Tapi ternyata melebihi yang diperkirakan. Ini semakin menumbuhkan harapan bagi generasi muda penerus Gereja ini.
Tema yang dikupas adalah seputar media sosial. Melihat kehidupan anak-anak sekarang yang tidak pernah bisa lepas dari yang namanya media sosial. Tujuan kegiatan ini adalah mengarahkan anak-anak, agar tetap bijak dan berhati-hati dalam ber-medsos. Maka untuk mendukung agar tercapainya tujuan ini, sehingga bisa dipahami dan sampai kepada sasaran, kegiatanpun dikemas dengan sangat sederhana.
Pada acara pembuka, peserta diminta untuk mengumpul HP. Ini untuk membantu peserta agar mampu berinteraksi langsung dengan teman-teman sekelilingnya. Sehingga tidak sibuk dengan gedgetnya masing-masing. Jadi selama 4-5 jam kedepan, peserta “No Gedget” sehingga mereka bisa fokus untuk mengikuti kegiatan ini. Setelah acara pembuka, animasi dan pembagian kelompok, pkl 09.30 mereka masuk dalam kelompok yang telah diberi nama berdasarkan nama-nama medsos. Mereka dibagi menjadi 13 kelompok, ada kelompok Facebook, Twitter, WhatsApp, You Tube, Instagram, Path, Snapchat, dan sebagainya. Dalam kelompok, mereka mensharingkan pengalaman-pengalaman mereka dalam bermedsos. Bagaimana mereka menggunakan medsos, dampak-dampak positif dan negative dari medsos, serta niat-niat yang akan mereka bangun, setelah mengetahui dampak-dampak dari medsos tersebut
Pkl 11.30 mereka diberi kesempatan untuk memplenokan hasil sharing dalam kelompok masing-masing. Setelah pleno, Sr.M. Disma memberikan kesimpulan, dan membantu anak-anak untuk kembali mendalami inti dari sharing-sharing mereka. Dipenghujung acara, peserta makan siang bersama dengan menggunakan daun pisang yang disusun memanjang, tanpa alas apapun. Peserta duduk berkelompok dan berhadap-hadapan. Mereka diminta untuk bekerja sama menghabiskan makanan yang ada didepan mereka. Hal ini bertujuan untuk membuat mereka semakin akrab, mampu berinteraksi langsung, serta mengajak mereka untuk kembali ke cara tradisional, dimana tidak ada medsos yang membuat orang semakin sibuk dengan dirinya sendiri. Usai makan siang sederhana, acara ditutup dengan doa penutup. Lalu sayonara… Setelah kegiatan ini Remaka diharapkan untuk sadar betapa besar pengaruh medsos bagi kehidupan mereka, sehingga mereka bisa lebih berhati-hati dalam bermedsos, dan semakin semangat dalam kegiatan Remaka…. Proficiat….!!! (ThM)