Selama sepekan (20-26 Maret 2017), 9 Suster lansia menjalani retret di Biara Gembala Baik-Gisting dan Komunitas Maria Fatima-Gisting. Para Suster di damping oleh RP. Adi Fitri Tyassanto SCJ untuk merenungkan tema kerohanian FSGM tahun ini, yakni Identitas FSGM: Kontemplatif-Aktif. Dalam permenungan RP. Adi Fitri Tyassanto SCJ, yang biasa dipanggil dengan nama Rm. Yudistira menegaskan kepada para suster, bahwa dimensi kontemplatif-aktif perlu dimengerti dan dihidupi lebih dalam dari keseimbangan antara doa dan karya. Kontemplatif aktif di satu sisi, adalah pengungkapan realitas manusia yang “sekaligus ilahi dan sekaligus manusiawi” seperti Kristus. Di sisi lain sebuah harapan dan usaha menuju kepenuhan realita ilahi dan manusiawi itu.
Menyadari identitas FSGM yang kontemplatif-aktif, berarti menyadari realitas diri yang sekaligus ilahi dan manusiawi. Menjadi manusia yang ilahi dan manusiawi dimulai dari menyadari, mensyukuri, dan merenungkan kemanusiaan (dimensi fisik maupun batin) dan segala pergulatan (keterbatasan, kerapuhan, dosa). Kesadaran akan kemanusiaan akan menuntun pada penemuan bahwa hidup manusia itu selalu merupakan jejak keilahian. Lalu, langkahnya adalah merefleksikan pengalaman rahmat ilahi dalam hidup dan membangun kesiapan untuk menyambut saat keilahian, yaitu ketika dipersatukan dengan Allah dalam keabadian.
Selama menjalani masa-masa permenungan ini, Para Suster Lansia dibantu oleh Para Suster muda. Mereka siap sedia dimanapun para suster lansia membutuhkan kehadiran dan bantuan mereka. Inilah identitas FSGM yang sejati, kekuatan doa dan karya nampak dalam dinamika retret, ketika generasi pendahulu dan penerus saling meneguhkan. Proficiat Para Suster (M.Co)[Best_Wordpress_Gallery id=”33″ gal_title=”Retret Lansia”]