Kesetiaan dalam Doa dan Persaudaraan

Redaksi
3 Min Read

“Aku bersyukur karena terpanggil menjadi anggota FSGM dan setia sampai saat ini, mengalami semangat kerahiman dan diterima dengan penuh persaudaraan”

Kalimat diatas adalah ungkapan syukur yang dituliskan oleh Sr. M. Redempta dalam memaknai Tahun Hidup Bakti bersama seluruh Gereja pada tahun 2015. Keterpesonaan beliau akan kasih Allah yang penuh kerahiman menjadi daya dan kekuatan untuk setia menapaki panggilan dalam persaudaraan FSGM. Hal itu ditunjukkan dengan amat jelas dalam perjuangan kehidupan Sr. M. Redempta sehari-hari. Kerahiman Allah yang diwujudkan dalam setiap tugas dan situasi hidup Sr. M. Redempta mendapat kepenuhannya dari Sang Ilahi sendiri yang telah memanggil beliau pada hari Rabu, 19 Oktober 2016.

Sr. M. Redempta Sih Asih  lahir pada tanggal 05 Februari 1944  di Jontro–Gayam Harjo, Yogyakarta Keuskupan Agung Semarang  dari pasangan Bapak Matheus Partaredja dan Ibu Antonia Partaredja. Pada tanggal 26 Juli 1964  beliau masuk  postulat Suster-Suster Fransiskan St. Georgius Martir di Pringsewu, memulai masa Novisiat pada tanggal 26 Juli 1965, mengikrarkan profesi pertama tanggal 20 Desember 1967, dan menyerahkan diri seutuhnya kepada Tuhan dalam profesi kekal pada tanggal 18 Mei 1976.

Pengabdian Sr. M. Redempta kepada Tuhan dan sesama selalu disemangati oleh spiritualitas dan semangat kongregasi.  “Doa merupakan kekuatan dan nafas hidupku. Aku yakin Tuhan tak pernah mencobai”. Ia hanya menghendaki aku hidup sebaik-baiknya dan sesuai dengan semangat kongregasi. Aku bersyukur terpanggil menjadi anggota FSGM dan setia sampai saat ini, mengalami semangat kerahiman dan diterima dengan penuh persaudaraan.  Dengan keyakinan bahwa Allah tidak pernah mencobai, Sr. M. Redempta berusaha untuk menerima sakit yang dideritanya kendati tidak mudah. Kesetiaan untuk hadir dalam persaudaraan menjadi buah nyata dari persatuaanya dengan Allah.

“Hidup adalah rahmat dan hanya karena kerahiman Allah kita dapat memperoleh hidup kekal” demikian ungkap Mgr. Yohanes Harun Yuwono dalam kotbahnya ketika misa requiem Sr. M. Redempta. Dalam  perayaan Ekaristi  requiem, Bapa Uskup didampingi oleh Rm. Titus Purbo Saputro SCJ, kakak dari Sr. M. Redempta, Rm Agustinus Sudarno OSC, dan RD. Andreas Sutrisno Romo Paroki Santo Yusuf Pringsewu.

Bersama Sr. M. Redempta yang telah menyelesaikan perjuangan di dunia ini kita berharap dengan penuh iman akan kerahiman Allah semoga kita yang memiliki badan yang rapuh dan fana dengan segala kelemahannya, kelak diubah menjadi badan yang abadi atau rohani sehingga berbahagia dalam hidup yang kekal.

Share This Article