Asrama St. Fransiskus, Tanjungkarang, mengadakan konser amal, Sabtu, 27 Agustus 2022, bertema “Persembahan Anak Negeri.”
Acara ini diadakan di aula SMP Fransiskus Tanjungkarang, merupakan kerjasama antara unit asrama dan Sekolah Fransiskus Tanjungkarang.
Asrama St. Fransiskus ini dikelola oleh para suster FSGM di bawah naungan Yayasan Dwi Bakti Bandarlampung. Yayasan Dwi Bakti memiliki 18 unit sekolah dari TK hingga SMA dengan nama Sekolah Fransiskus. Tersebar di berbagai wilayah: Lampung dan Sumatera Selatan. Beberapa unit ada di daerah dan pedesaan. Di wilayah-wilayah ini sedang diupayakan untuk ditingkatkan sisi sarana dan prasarananya.
Unjuk ekspresi
Pertunjukan sederhana dari Konser Charity of Love ini dikemas dalam bentuk seni untuk unjuk ekspresi. Tujuannya, mengembangkan potensi dan karakter anak. Di samping itu, untuk menggalang dana guna pengembangan karya pelayanan di unit-unit kecil di desa dan daerah. Dengan bantuan itu, diharapkan secara perlahan-lahan, mereka juga dapat berbuat sesuatu, yang akhirnya menuju mandiri secara finansial.
Selain konser amal, juga diadakan bazar kuliner. Tujuannya, mengembangkan jiwa interpreuner anak. Lalu, dapat berbagi pada sesama yang membutuhkan khususnya bagi pengembangan pendidikan di daerah.
Kegiatan diikuti oleh seluruh anak-anak asrama dari berbagai komunitas FSGM di Lampung. Maka kegiatan ini menjadi saluran penanaman nilai-nilai karakter. Disiplin. Tanggungjawab. Kreatif. Dan yang tak kalah penting, berbagi kepada sesama sekali pun dalam situasi kekurangan sehingga semuanya dapat menjadi berkat bagi banyak orang.
Alih fungsi
Asrama St. Fransiskus Asisi Tanjungkarang dimulai sejak tahun 2007. Berawal dari keprihatinan beberapa anak yang ingin sekolah di SMP Fransiskus, namun jauh tempat tinggalnya. Sementara Susteran FSGM Tanjungkarang sendiri tidak memiliki ruangan yang memadai untuk memberikan tempat bagi anak-anak.
Dari hari ke hari semakin banyak orangtua yang ingin menitipkan anaknya di asrama. Kebutuhan ini menjadi pertimbangan para suster FSGM.
Bangunan yang dulu sebagai Rumah Bersalin Xaverius dialihkan fungsinya menjadi Asrama St. Fransiskus. Kini ada 67 anak yang tinggal di asrama itu. Para suster FSGM senantiasa mengupayakan pendampingan dengan kegiatan rutin yang mengembangkan akademik dan kepribadiannya.***
M. Fransiska FSGM