Rabu, 26 April 2017, suasana di refter (ruang makan) komunitas St Yusuf Pringsewu terlihat berbeda dari sebelumnya. Didinding belakang meja utama, ada sebuah tulisan dalam bahasa Belanda “Herzlich Willkomen” yang artinya “Selamat Datang”. Sementara tulisan “Frohe Ostern” yang artinya “Selamat Paskah” dipasang dengan posisi menggantung ditengah-tengah refter. Siang itu memang menjadi hari yang membahagiakan bagi para suster dikomunitas St Yusuf. Karena mereka sedang bersiap-siap untuk menyambut kedatangan Sr.M. Ingeburg, pemimpin Provinsi Belanda, yang sore itu akan tiba di Pringsewu untuk menghantar Sr.M. Marian kembali ke Indonesia, setelah menyelesaikan tugasnya sebagai misionaris selama 17 tahun di Belanda, dan Sr.M. Agustin yang akan cuti selama 3 bulan di Indonesia.
Rabu sore sekitar pkl 16.45 WIB, para suster mengikuti Konferensi terlebih dahulu bersama Rm Sukis OFMConv. Usai konferensi, sambil menunggu Sr.M. Ingeburg dan rombongan datang, acara dilanjutkan dengan nonton bareng sebuah film yang bertemakan kisah-kisah kehidupan binatang berjudul “Madagaskar 3”. Kemudian sekitar pkl 18.30 WIB, para suster berbaris dari area parkir motor/mobil sampai menuju kapel untuk menyambut Sr.M. Ingeburg dan rombongan.
Setelah rombongan tiba, semua bersalam-salaman sambil mengucapkan selamat datang yang dibarengi dengan canda dan tawa dari para suster, karena rasa bahagia bisa bertemu dalam satu keluarga. Kemudian para suster menuju Kapel Biara untuk bersama-sama berdoa dan bersyukur atas keselamatan perjalanan yang Tuhan berikan untuk Sr.M. Ingeburg, Sr.M. Marian dan Sr.M. Augustin.
”Saya senang, akhirnya bisa sungguh-sungguh sampai disini, disambut oleh para suster, dan suster-suster mudanya sangat banyak. Saya juga berterimakasih, boleh mengunjungi Sekolah kita di TK/SD/SMP Fransiskus yang ada di Jakarta. Terimakasih atas persembahan hidup para suster disini. Juga saya berterimakasih untuk Sr.M. Marian yang sudah 17 tahun membantu kami di Belanda. Sekarang dia pulang kerumah dengan membawa dua perasaan. Saya rasa, seseorang memang perlu untuk kembali kerumah. Kita dimanapun itu, baik di Belanda, di Indonesia, di Jerman, dan di provinsi-provinsi yang lain, adalah satu keluarga yang sama-sama melayani Yesus Kristus. Saya juga menyampaikan salam dari para suster di Belanda untuk para suster semuanya yang ada di Indonesia. Sekali lagi saya sungguh mengucapkan terimakasih…”, ungkap Sr.M. Ingeburg dalam sambutan nya di refter, yang disusul dengan makan malam bersama. (ThM)