Literasi Media

Redaksi
4 Min Read

Dalam rangka tahun syukur perayaan 150 tahun FSGM, Dewan Suster Pastoral bekerjasama dengan Tim Promosi Panggilan FSGM, mengadakan sebuah kegiatan yang ditujukan khusus untuk kaum muda Gereja Katolik. Sekitar 90 orang OMK sebagai utusan atau pun admin dari akun institusi atau kelompok berproses bersama di Rumah Retret LaVerna, Sabtu 30-31 Maret 2019. Adapun asal paroki para peserta adalah Paroki Katedral, Pringsewu, Baturaja, Kalirejo, Ambarawa, UP Sukoharjo, Metro, Natar, Panjang, Mesuji, Sidomulyo, Sribhawono.

Sesi pertama disampaikan oleh Rm. Y. Dwi Wicaksono SCJ selaku Ketua Komisi Komsos Keuskupan Tanjungkarang. Dalam sesinya, Rm. Wicak, begitu sapaannya, mengangkat tema “Transformasi Komunikasi Sosial di Era Digital” selaras dengan tema Hari Komsos sedunia yang ke 63.

Sesi berikutnya diisi oleh Priscilia Panti Mayrina atau sering dipanggil Kak Vanti, seorang aktivis OMK dari Keuskupan Agung Semarang dan juga sebagai seorang Digital Social Media Strategist. Topik pertama tentang Mewartakan Kabar Injili lewat dunia digital. Literasi Media berarti kemampuan membaca, memilih, merespon dan mengambil sikap tentang media-media yang tersedia di dunia maya.  Dalam sesi ini orang muda diajak untuk bijak menggunakan sosial media khususnya akun-akun pribadi. “Tujuan utama dari penggunaan sosial media adalah demi kemanusiaan,” ujar Kak Vanti.

Sesi ke-2 dari Panti adalah bagaimana membuat konten kreatif pada suatu media sosial. Ada 3 unsur yang harus diperhatikan, yaitu (1) What do you want to say (apa yang akan disampaikan), (2) How to say (bagaimana untuk menyampaikan), dan (3) media apa yang akan digunakan. Kebutuhan, keinginan, dan trend yang sedang terjadi di dunia maya perlu dengan jeli dilihat sehingga pesan yang akan disampaikan efektif mengenai sasaran.  Salah satu penyajian yang menarik saat ini adalah dengan infografis yang berarti penyajian informasi yang panjang dikemas dalam sebuah grafis. Konten kreatif harus melibatkan komunikasi dua arah, jangan mengulang konten, beri informasi baru, saring sebelum syering, ojo SARA lan SARU, dan pastikan bahwa informasi yang diberikan adalah bukan hoax.

Sebagai rangkuman dari seluruh sesi, para peserta diajak untuk terakhir praktek langsung membuat sebuah video pendek berdurasi sekitar 1 menit. Setelah hasil dari setiap kelompok diperlihatkan, terlihat bahwa orang muda saat ini sangat kreatif dalam penggunaan media-media sosial yang ada.

“Pertama masuk ke sini bingung, karena teman2 ini bertemunya di sosial media. Ternyata di sini kami dipertemukan langsung. Secara langsung kami bisa mengenal satu sama lain. Materinya cukup bagus. Dengan materi yang diberikan, semoga kami, para orang muda semakin bijak dalam menggunakan sosial media” ungkap salah seorang OMK dari Panjang.

Claudia dari Asrama Putri Elisabeth 3, mengungkapkan pesannya bahwa melalui pertemuan ini kami dapat semakin akrab karena bertemu secara langsung. Kita belajar cara melihat dan memilih serta menggunakan sosial media yang baik dan benar.

Kegiatan ini diakhiri dengan Perayaan Ekaristi yang dipersembahkan oleh Rm. Y. Dwi Wicaksono SCJ. “Jadilah jurnalis kebaikan dan kebenaran demi kemanusiaan dalam hidup sehari-hari”, ajak Rm. Wicak sekaligus sebagai kesimpulan dari kegiatan ini. Selamat mewartakan kabar gembira lewat dunia digital bagi kita semua.***

Sr. M. Anselina FSGM

[Best_Wordpress_Gallery id=”74″ gal_title=”literasi media”]

Share This Article