Kehadiran Saudara-Saudari adalah wujud perhatian Gereja Katolik kepada warga binaan dan memberikan harapan kepada orang yang putus asa, mereka yang terpisah dari masyarakat, orangtua, serta keluarga mereka.
Warga binaan di lembaga permasyarakatan (LP) berbeda dengan umat biasa. Mereka ini adalah sesama yang perlu ditolong dan disapa. Tak jarang mereka mengalami ketakutan, merasa tersingkir, dan tidak diterima masyarakat.
Hal itu dikatakan Sr. M. Valentina, JPIC FSGM, dalam acara rekoleksi Pemerhati Lapas, Rumah Retret Ngisonando, Kalianda, 22-23 September 2018.
Rekoleksi yang bertema ‘Wajah Yesus Dalam Penjara, Sebagai Raja dan Teladan,’ ini diselenggarakan oleh Komisi Keadilan, Perdamaian, dan Pastoral Migran Perantau (KKPPMP).
Tujuan rekoleksi ini untuk melihat lagi tujuan dan motivasi pelayanan ke penjara, menggali kekayaan dan keterbatasan diri dalam pelayanan, mengolah situasi-situasi di penjara sebagai kekuatan untuk melayani, dan mengenali Yesus sebagai teladan pelayanan di penjara. Selain itu, sebagai ajang pembelajaran baik bagi yang sudah sering melayani mau pun yang akan bergabung dalam pelayanan kepada warga binaan.
Sessi pertama, para peserta diberi kesempatan untuk saling berbagi pengalaman dalam kunjungan ke penjara, oleh tim JPIC FSGM. Sessi ke dua, mengolah kekuatan dan kelemahan diri sebagai pelayan Yesus oleh Sr. M. Pauli FSGM. Sessi ke tiga, Spiritualitas Pelayanan oleh RD. Gregorius Suripno. Rekoleksi ini diikuti oleh 60 peserta dari berbagai komunitas yang ada di Metro, Bandarlampung, dan Kalianda.***
Fransiska FSGM