Beberapa bulan tujuh pemudi telah melihat hidupnya para suster FSGM dari jarak jauh. Kini, mereka bergabung dan memasuki masa postulan, 8 September 2019.
Tujuh pemudi itu adalah: Angela Merici Reni Purwanti, Theodora Lastriana, Monica Mia Silviani, Victoria Rini Handayani, Juanina Eurica Sugesti Gomes, Carolina Aprillia, dan Maria Valentina.
Hari itu bertepatan dengan hari kelahiran St. Maria. Melalui Bunda Maria, Tuhan mengirim berkat yang terwujud dalam tujuh orang tunas muda yang baru lahir bergabung dalam kongregasi FSGM. Kelahiran itu tampak kasat mata dengan bergantinya pakaian. Mereka akan dibina, dibimbing dalam hidup rohani dan hal-hal praktis.
Penyambutan para postulan ini dimulai dengan Ibadat di Kapel Biara St. Yusup, Pringsewu. Usai ibadat, para suster berbaris dari kapel hingga novisiat, dari yang tua hingga yang muda. Lagu, ‘Selamat Datang Adik’ terus dinyanyikan diiringi musik arumba yang dimainkan oleh para suster yunior.
Dalam kata sambutannya, Sr. M. Aquina mengucapkan terimakasih kepada orangtua yang telah rela mempersembahkan putri-putrinya untuk mengikuti Kristus secara khusus dan bergabung dalam kongregasi FSGM. Dan iman yang telah para orangtua tanamkan memampukan para pemudi ini mendengarkan panggilan Allah yang sangat lembut di tengah bisingnya dunia.
“Mereka tetap menjadi putri bapak-ibu tetapi mereka tidak lagi terlalu memikirkan keluarga. Mereka tidak bisa lagi menentukan diri mereka sendiri, maunya seperti apa, semuanya harus di sesuaikan dengan kehendak Allah yang terbaca lewat kebutuhan-kebutuhan kongregasi,” jelas Sr. M. Aquina.
Sr. M. Aquina juga menjelaskan bahwa para suster bekerja keras. Namun hasilnya bukan milik kami sendiri tetapi milik Allah yang kami serahkan pada kongregasi atau komunitas. Dan, bila kami butuh sesuatu kami minta kepada pemimpin.
Dalam kesempatan itu Sr.M. Aquina meminta doa dari orangtua karena para postulan ini akan mengalami perubahan hidup. Mereka akan dibentuk dan belajar banyak hal. Maka, ia meminta agar para postulan memiliki pribadi yang lentur agar tidak terlalu sakit bila dibentuk agar menjadi suster FSGM. “Selamat berproses dari tahap ke tahap. Jangan pernah merasa bosan untuk belajar apa pun,” pesan Sr. M. Aquina. ***
M. Fransiska FSGM
[Best_Wordpress_Gallery id=”98″ gal_title=”Postulan 2019″]