Provinsi St Yusuf Indonesia mengadakan acara syukur atas kunjungan Sr.M. Ingeburg, pemimpin Provinsi St. Antonio Belanda ke Indonesia. Meskipun kunjungan ini tergolong singkat, dan tak semua komunitas bisa terjangkau, namun tidak mengurangi rasa syukur dan bahagia atas kesediaan Sr.M. Ingeburg untuk mengunjungi Provinsi Indonesia. Kunjungan yang hanya dijadwalkan selama 2 minggu ini, dibagi menjadi dua. Di minggu pertama, Sr.M. Ingeburg mengunjungi komunitas-komunitas dan karya yang ada disekitar Pringsewu. Seperti PA Vincentius, ASPI Elisabeth III, ASPI Elisabeth II, TK/SD Fransiskus, RR Laverna, Gisting, Pahoman, Tanjung Karang, Gedung Meneng, dan Metro. Lalu diminggu kedua, Sr.M. Ingeburg mengunjungi komunitas dan karya yang ada di Timor Leste. Kemudian kembali ke Jakarta, dan melanjutkan perjalanan pulang ke Belanda.
Untuk mendoakan kelancaran dalam perjalanan Sr.M. Ingeburg ke Timor Leste, dan sebagai ungkapan syukur atas kunjungannya ke Indonesia, maka pada hari Senin, 01 Mei 2017, pkl 17.00 diadakan Ekaristi Syukur di Kapel Biara St Yusuf Pringsewu. Acara ini juga mengundang dan melibatkan Para Suster dikomunitas-komunitas terdekat, untuk turut serta dalam perayaan syukur ini. Usai perayaan Ekaristi, dilanjutkan dengan ramah tamah di aula Novisiat. Dekorasi ruang yang indah, dan beberapa tampilan dari PA Vincentius, Suster-Suster Novis Postulant, ASPI Elisabeth III, dan Suster-suster Yunior Pringsewu, turut memeriahkan acara syukur ini.
Dalam sambutannya, Sr.M. Ingeburg mengatakan, bahwa Lampung adalah tempat yang indah. Ia senang berada disini dan tidak pernah menyangka, bahwa ternyata komunitas dan karya-karya yang ada di Indonesia sangat luar biasa. Ditambah lagi spiritualitas Mdr.M. Anselma dan Bapa Fransiskus yang benar-benar hidup. Ini membuatnya semakin yakin bahwa Provinsi Indonesia masih akan terus hidup dan berkembang untuk kedepan.
Sr.M. Aquina sebagai pemimpin Provinsi Indonesia juga mengucapkan terimakasih atas kunjungan Sr.M. Ingeburg ke Indonesia. Ia mengatakan, “Kami mengucapkan terimakasih atas kunjungan Sr.M.Ingeburg ke Provinsi kami. Ya… inilah kami, inilah adanya kami di sini”. Sambutan terimakasih ini ditutup dengan memberikan kenang-kenangan khas Indonesia yaitu kain batik, untuk Sr.M. Ingeburg dan suster-suster di Belanda.
Acara ditutup dengan makan malam bersama. Para suster menikmati berbagai variasi menu yang dihidangkan, hasil karya dari para suster diberbagai komunitas yang datang, dan seraya menikmati keindahan garnis-garnis cantik yang menghiasi makanan. Sementara para suster menyantap makan malam, suster-suster muda memainkan alat musik kulintang, untuk mengiringi makan malam yang istimewa itu. (ThM)