“Membina Diri Menjadi Pribadi Ekologis dan Anti Korupsi” adalah tema yang diusung dalam pertemuan akbar para Postulan dan Novis Tarekat Religius SumbagSel yang diadakan di Biara Gembala Baik (BGB) Gisting, pada hari Kamis, 25 Mei 2017. Jumlah peserta dalam pertemuan ini adalah 65 orang yang diwakili oleh Postulan–Novis HK 9 orang, FCh 13 Orang, FSGM 20 orang dan SCJ 23 orang. Beberapa pendamping yang turut serta dalam kegiatan ini adalah Sr.M. Yulisa Fch, Sr.M. Magdaleni Fch, Sr.Anastasia HK, Sr.M.Amanda FSGM, Rm.Y. Ngatijan SCJ dan Rm.Al.Tri Mardani SCJ. Hadir pula sebagai fasilitator yakni Rm.Y.R.Susanto SCJ, Rm.Al.Yudhistira SCJ, Sr.M.Leonarda FSGM dan Team.
Kegiatan ini dibuka dengan doa pembuka pada pkl.08.15 WIB, dan dilanjutkan dengan sambutan pembuka lalu ice breaking oleh para Frater SCJ. Setelah suasana menjadi lebih rileks dan cair, peserta mulai memasuki materi pertama. Disesi yang pertama ini, Rm.Y.R. Susanto SCJ mengajak para peserta untuk menjadi pribadi yang anti korupsi. Ia menyampaikan materi ini dari sudut pandang psikologis, bahwa pertama-tama korupsi itu bermula dari diri sendiri dan diri sendiri pulalah yang dapat mencegahnya. Pkl.10.30 WIB setelah minum dan istirahat bersama, peserta memasuki sesi yang kedua. Dalam sesi ini, Rm. Al. Yudhistira SCJ memberikan materi dengan tema “Menjadi pribadi yang Ekologis”. Ia mengajak para peserta untuk memiliki kesadaran akan pentingnya merawat bumi sebagai rumah kita bersama. Hal ini terkait dengan seruan Paus Fransiskus tentang Laudato Si.
Pkl. 14.00 WIB seusai makan siang, acara dilanjutkan dengan materi ketiga yang disampaikan oleh Sr.M. Leonarda FSGM, Sr.M.Cyriaka FSGM dan Sr.M. Samuela FSGM,. “Mengolah Sampah Menjadi Berkah” dipilih sebagai materi penutup. Dan sebagai wujud nyata dari materi-materi yang telah diterima, peserta langsung mempraktekkan cara merawat bumi dengan memanfaatkan sampah-sampah, baik yang mudah terurai maupun yang tidak sehingga mampu menjadi sesuatu yang bermanfaat. Peserta berkumpul di lapangan Novisiat SCJ dan dibagi menjadi 6 kelompok, tiap-tiap kelompok secara langsung mempraktekkan cara membuat pupuk kompos dari sisa makanan dan sampah-sampah yang ada, dengan arahan-arahan yang diberikan oleh Sr.M. Leonarda dan Team.
Setelah praktek pembuatan kompos selesai, kegiatan dilanjutkan dengan mendaur ulang atau memanfaatkan sampah yang tidak mudah terurai seperti plastik, koran dan bahan-bahan bekas sisa rumah tangga untuk diolah menjadi hiasan ataupun barang yang berguna.
Rm.Y.R. Susanto SCJ mengungkapkan, “tujuan dari pertemuan ini pertama-tama untuk merealisasikan kerjasama antar tarekat religius PGP di bidang formasio dasar. Fokus kerjasama tahun ini seturut rekomendasi para Propinsial yaitu membina pribadi yang ekologis dan anti korupsi. Maka “Membina Diri Menjadi Pribadi Ekologis dan Anti Korupsi” menjadi tema pokok untuk mencapai tujuan tersebut.
Fr. Widi SCJ juga mengungkapkan hal-hal apa saja yang ia dapat dalam kegiatan temu akbar ini. “Melalui materi yang disampaikan oleh Rm Santo SCJ, saya diajak untuk merubah mentalitas diri agar lebih berani melawan korupsi. Sedangkan dari materi yang diberikan oleh Rm.Yudhis SCJ, saya diajak merawat bumi yang adalah rumah kita semua untuk generasi yang akan datang. Dari sesi yang disampaikan oleh Sr.M. Leonarda FSGM dan Team, saya sendiri belajar bagaimana merealisasikan materi yang sudah saya terima, yaitu dengan memanfaatkan atau mendaur ulang sampah dan barang bekas menjadi berkah.”
Rm. Santo SCJ berharap, dengan diadakannya pertemuan ini, setiap postulan dan novis memiliki satu resolusi saja terkait dengan sikap ekologis dan anti korupsi, itu sudah merupakan sesuatu yang bernilai besar. Diakhir acara, para peserta beristirahat sambil menikmati durian. Kemudian acara ditutup dengan Ekaristi Kudus pada pkl 17.15 WIB di kapel novisiat SCJ yang dipimpin oleh Rm.Y. Ngatijan SCJ. Proficiat untuk para peserta….!!!
(Sr.M. Natalia/ThM)