Rekoleksi Polsani

Redaksi
2 Min Read
OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Kamis, 9 Februari 2017, stasi Bangunrejo merayakan hari ulang tahun Polsani (Posyandu Lansia) yang ke-2. Perayaan ini diisi dengan rekoleksi yang bertemakan “BERSYUKUR”. Hadir kurang lebih 70 lansia, mereka berkumpul untuk berbagi kegembiraan bersama. Sr. M. Claudia FSGM sebagai nara sumber. Sr. M. Claudia menjelaskan bahwa lansia itu sebagai payung yang melindungi, sebagai kipas yang mengayomi membuat isis semua orang untuk sampai kepada Tuhan dan sebagai kapal, yang menjadi tempat cerita dan pengharapan, memperoleh kekuatan bagi siapa saja yang datang. Mereka juga diajak untuk menyadari gejala penuaan yang tidak dapat dihindari oleh siapaun. Mereka yang dulu kuat, cantik, tampan, enerjik akan tiba saatnya menjadi loyo, keriput, lupa ingatan, mulai kabur penglihatan, telinga mulai bermasalah, mulai ketergantungan dengan obat dan masih banyak lagi.  Namun dengan selalu menyukuri kebaikan yang telah Tuhan berikan maka menjadi lansia yang selalu gembira dan ceria, atau mudah ngelokro/putus asa adalah sebuah pilihan. Simbah Suwarti salah satu peserta rekoleksi berusia 70 th mengatakan, ia sangat senang mengikuti rekoleksi ini, karena bisa berkumpul dan berbagi kegembiraan bersama dengan para lansia lain, walau ia kerap mengeluh sakit di bagian kaki dan punggung namun tetap semangat dan selalu bersyukur.

Suasana penuh syukur dan gembira ini di tutup dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin RD Basuki selaku Romo Paroki Kalirejo. Dalam kotbahnya, beliau mengatakan, “Menjadi lansia itu harus bisa mengerti. Mengerti akan anak atau cucu yang kadang kurang sabar untuk melayani karena kesibukan kerja atau kesibukan lainnya. Sedangkan anak atau cucu diajak untuk sabar, sabar dan mengerti. Sabar dalam melayani dan mengerti akan perubahan yang menurun pada orang tua/lansia. Sehingga dengan saling mengerti dan memahami, orang tua/ lansia tidak merasa kesepian, dan anak-anak/cucupun selalu ingat dan menyadari bahwa perjuangan dan pengurbanan orang tau yang sangat besar bagi hidup kita”. Setelah misa selesai, para suster berkunjung ke salah satu rumah lansia untuk makan bersama.(Alf)

 

 

Share This Article