RR La Verna Menyongsong 25 Tahun

Redaksi
4 Min Read
25th_laverna

Tahun 2017, La Verna, Rumah Retret Pertama di Keuskupan Tanjungkarang, akan berusia 25 tahun. Sebagai rasa syukur Tim La Verna mengundang komunitas-komunitas terdekat dan umat Padangbulan untuk bersyukur bersama dalam Perayaan Ekaristi yang dipimpin Rm. Andreas Maria Siswinarko SCJ, di Gedung Serba Guna La Verna, Selasa, 27 Agustus 2016.

Dalam homili nya, Rm. Arko, sapaan akrabnya, mengatakan, Tuhan tidak akan pernah meninggalkan Rumah Retret. Maka, tim La Verna selalu diberi ilham baru dalam mengemas aneka materi sesuai kelompok dan perkembangan zaman. “Kami ingin memberikan yang terbaik dan bagaimana peserta menemukan Tuhan. Jangan ditanya hasilnya, seminggu atau sebulan setelah dari La Verna, kok hidupnya kembali seperti dulu lagi. Biarlah Tuhan sendiri yang bekerja sesuai kehendak-Nya,” tutur Rm. Arko.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada siapa saja yang sudah datang ke La Verna karena tanpa tamu, La Verna tidak berarti apa-apa. Selain itu, Rm. Arko memaparkan kegiatan-kegiatan yang akan digelar selama satu tahun ke depan seperti: seminar keluarga, lomba karya video dan lagu La Verna, pertemuan orang muda, bazar, dll.

Selama 25 tahun RR La Verna bertumbuh dan berkembang terus-menerus berkat perjumpaan semua orang yang belajar dan menimba rohani di tempat ini. Bangunannya pun terus diperluas dan diperindah. Juga tim La Verna senantiasa belajar, membenahi dan membarui diri agar tidak ketinggalan zaman dengan mengajak kerjasama dengan Kongregasi SCJ.

Sr. M. Aquina dalam sambutannya mengatakan, perjalanan rumah gladi rohani ini masih panjang, maka doa dan rasa syukur harus senantiasa dipanjatkan agar Tuhan memberi rahmat dan berkat-Nya. “Mari kita semua mendukung dan melibatkan diri dalam rangkaian kegiatan 25 tahun ini,” harapnya.

Usai Misa Kudus acara dilanjutkan dengan perarakan oleh semua yang hadir menuju ruang hall. Lampu-lampu dimatikan. Masih suasana gelap, Sr. M. Aquina memotong pita di depan hall diiringi bunyi sirene dan mercon!  ***

Padangbulan adalah sebuah desa berbukit dengan jarak 3 km dari pasar Pringsewu, lokasi Rumah Retret La Verna sekitar 500 meter dari jalan raya Tanjungkarang-Kota agung. Tempat ini cukup strategis dan indah Tanahnya ditumbuhi semak belukar mirip hutan kecil, jauh dari polusi. Panorama alam dari puncak bukit kecil ini dengan pandangan jarak jauh Nampak jajaaran bukit barisan diselingi lembah-lembah subur.

Pada tahun 1949 ketika tentara Belanda menduduki Lampung, Padangbulan digunakan sebagai tempat untuk mengungsi para suster dan seluruh asrama, pastoran, seminari. Untuk mengenang peristiwa itu, maka umat katolik Padangbulan beserta Dewan Paroki Pringsewu dengan persetujuan Bapa Uskup Tanjungkarang membangun Gua Maria sebagai tempat ziarah yang diberkati oleh Mgr. Andreas Henrisoesanta SCJ pada bulan Mei 1985. Di lokasi Gua Maria ini ada sebuah sumber yang tidak pernah kering. Sampai sekarang banyak pengunjung yang datang dari berbagai penjuru berziarah di tempat ini terutama dalam bulan-bulan Maria.

 Rumah Retret LaVerna adalah tempat pengolahan hidup rohani (gladi rohani), tempat di mana orang  mengalami perjumpaan dengan Allah. LaVerna berada di puncak bukit Padangbulan yang sejuk, sekitar 3 km dari Pringsewu, Kab. Pringsewu, Lampung. Di sekitarnya terpelihara pemandangan alam yang asri, sederhana dan tertata apik. Keadaan alam yang mengundang jiwa untuk memuji dan memuliakan keagungan Tuhan Sang Pencipta. LaVerna berdampingan dengan tempat peziarahan umat Katolik, yaitu Gua Maria “Mariam Perempuan bagi Segala Bangsa”, dengan rute jalan Salib yang berada di bawah rindangnya rumpun bambu.

Share This Article