Persekutuan Doa Karismatik Katolik (PDKK) Keuskupan Tanjungkarang memprakarsai Misa Sejuta Mawar untuk Bunda Maria di Goa Maria Padang Bulan, Minggu, 06 Oktober 2019. Misa dipimpin oleh RD. Imam Mursid, RD. AI.Mujiantono, dan RD A. Basuki.
“Bunga-bunga mawar ini merupakan tanda cinta kita kepada Yesus dan Bunda Maria. Syukur kita boleh memiliki seorang Ibu yang selalu mendoakan kita. Dan ini sebagai tanda terimakasih kita kepada Yesus yang telah memberikan seorang ibu. Allah sungguh baik,” ujar Pembina Badan Pelayanan Propinsi Gerejawi Wilayah Toritorial Keuskupan Palembang, Pangkalpinang dan Tanjungkarang, Mergilia Merlin.
Selain mawar-mawar yang dipersembahkan, dalam misa ini juga mendoakan ujud-ujud doa yang dituliskan oleh umat. Kertas-kertas ujud doa itu diberkati lalu dibakar. Api semakin besar dan naik, diiringi lagu dan doa-doa seluruh umat, berharap dalam iman segala ucapan syukur dan permohonan itu dikabulkan Tuhan lewat perantara bunda-Nya.
Dalam khotbahnya RD. Mujiono mengatakan, “Persembahan bunga mawar ini sebagai tanda kehidupan yang begitu harum. Kita memiliki iman. Namun, sayangnya saat mengalami kesulitan apakah kita berkata, Tuhan, tambahkanlah imanku.” Tanda orang beriman adalah tetap bersukacita dalam keadaan apa pun, tambahnya lagi.
Di akhir Perayaan Ekaristi Rm. Imam Mursid menegaskan bahwa bunga-bunga mawar itu adalah kita semua yang ditebarkan Tuhan untuk memberi warna dan keharuman kepada dunia. Kita malu bila tidak menjadi saksi Tuhan.
Misa Sejuta Mawar ini ada 2.500 mawar, 1.617 mawar di dekor di sekitar gua dan altar. Dan, 300 kuntum mawar yang ditancapkan. Kor dari PDKK Metro. ***
M. Fransiska FSGM
[Best_Wordpress_Gallery id=”99″ gal_title=”Sejuta Mawar”]