Untuk pertama kali SEKAMI Katedral berkunjung ke Pelita Kasih. Pelita Kasih adalah tempat terapi anak-anak berkebutuhan khusus. Ada 33 orang anak dengan kondisi: down sindrom, cerebral palsy (otot kaku), autis, ADHD, dan tuna grahita. Mereka diasuh dan dirawat oleh tiga suster ALMA dan 12 guru.
Suara riuh dari anak-anak penyandang tuna grahita yang ada di Pelita Kasih menyambut kedatangan kunjungan Serikat Kepausan Anak-Anak dan Remaja Misione (SEKAMI) Kristus Raja Katedral pada hari Sabtu, 23 Maret 2019.
Kedatangan SEKAMI Katedral yang baru pertama kali dilaksanakan ini dimulai dengan sambutan dari guru Pelita Kasih. Dalam sambutannya dijabarkan kegiatan yang dilakukan sehari-hari di Pelita Kasih. Setelah sambutan dari guru Pelita Kasih, kami bernyanyi bersama lagu Selamat Pagi yang diiringi oleh salah satu peserta terapi menggunakan keyboard.
Dilanjutkan sambutan dari koordinator SEKAMI Katedral, Sr. M. Isabella, “Kedatangan SEKAMI Katedral ke Pelita Kasih untuk mengenal lebih dekat saudara-saudara kita yang ada di Pelita Kasih. Ini merupakn program pertama SEKAMI di tahun 2019.”
Kepala Yayasan Sosial Pelita Kasih sangat senang akan kedatangan SEKAMI Katedral di Pelita kasih dan berharap akan sering ada kunjungan dari berbagai pihak di Pelita Kasih. Seusai foto bersama, kami berkeliling di kompleks Pelita Kasih.
Yayasan Sosial Pelita Kasih adalah sebuah lembaga pelayanan pastoral Keuskupan Tanjungkarang yang dalam penyelenggaraanya dengan awal Katolik yang bergiat dalam pelayanan terapi, pendidikan dan pelatihan bagi penyandang tuna grahita atau difabilitas inteligensi.***
M. Fransiska FSGM
[Best_Wordpress_Gallery id=”72″ gal_title=”pelita kasih”]