https://www.youtube.com/watch?v=gK5KnoxErfE&t=294s
(di atas ini adalah link youtube SERTIJAB KETUA YAYASAN DWI BAKTI BANDARLAMPUNG. Dari Sr. M. Pauli ke Sr. M. Editha).
Serah terima jabatan Ketua Yayasan Dwi Bakti Bandar Lampung dari Sr. Dr. M. Pauli FSGM kepada Sr. M. Editha FSGM S.Pd, berlangsung di kantor Yayasan Dwi Bakti, Pringsewu, Kamis, 8 September 2022.
Sebelumnya, Sr. M. Editha mendapat tugas perutusan sebagai Kepala SMP Fransiskus, Tanjungkarang. Sementara Sr. M. Pauli mendapat tugas baru sebagai Dewan Jenderal FSGM di Rumah Agung, Thuine, Jerman.
Perjumpaan
Perjumpaan merupakan pengalaman yang paling mengesan bagi Sr. Pauli selama menjabat menjadi Ketua Yayasan Dwi Bakti Bandar Lampung, juli 2022 hingga Agustus 2022.
Berjumpa dengan para guru dan karyawan. Setiap pribadi memiliki latar belakang, keragaman, kekayaan hidup, sekaligus pergumulannya masing-masing sebagai pendidik dan tenaga kependidikan dalam mendampingi generasi muda.
Perjumpaan itu mengajarkan arti perjuangan. Kesederhaan. Dialog kehidupan. Itu semua meneguhkan iman Sr. Pauli sendiri. Ia merasamenjadi bagian hidup dan pergumulan mereka, meski tidak setiap hari dapat hadir dalam hidup mereka.
Nilai unggulan
Pendidikan karakter yang bersumber dari VISI MISI dan spirit pendiri kongregasi FSGM: Muder Anselma dan semangat Santo Fransiskus Assisi. Spirit ini mengalir dan menjiwai semua stakehorlder mulai dari pucuk pimpinan di Yayasan, kepala sekolah, hingga para guru dan karyawan.
Spirit itu mengakar dan menjadi ROH dalam penyelenggaraan pendididikan di Yayasan Dwi Bakti Bandarlampung dan sekolah-sekolah Fransiskus. Pendidikan karakter ini secara terencana dan terpogram masuk dalam kurikulum dengan seluruh dinamikanya.
Pendidikan karakter unggul yang membentuk setiap pribadi menjadi pelajar Pancasila ini dijiwai oleh Cinta Kasih Allah yang penuh kerahiman untuk menuju Indonesia maju dan bermartabat. Pendidikan karakter ini menjadi keunggulan di semua jenjang mulai dari TK hingga SMA. Tim Pengembang Karakter bekerjasama dengan tim kurikulum.
Sekolah Fransiskus juga unggul di bidang seni baik seni tari, musik, seni suara, dan seni lain. Para guru banyak yang memiliki kompetensi bidang seni dan mampu mendampingi anak-anak mengasah cita rasa seni mereka dalam berbagai bentuk.
Selain itu, program unggulan baru yaitu English Language Conversation (ELC). Diharapkan dapat mewujudkan output yang unggul dan mampu kelak bersaing di kancah global dengan bekal kompetensi dalam bahasa Inggris. Program unggulan lain yang terus diupayakan adalah: olimpiade sains.
Tantangan
Nilai-nlai unggul yang dimiliki Yayasan Dwi Bakti Bandar Lampung ini tentu tak lepas dari tantangan, baik yang datang dari internal mau pun eksternal.
Internal
Sr. M. Pauli berjuang sekuat tenaga untuk menyamakan visi. Pemahaman dan gerak bersama dari semua, mulai dari pucuk pimpinan hingga ke guru dan karyawan.
Di samping itu, kemampuan berkomunikasi ke semua lini dalam segala situasi dan kondisi, juga manakala memperjuangkan sebuah tujuan. Komunikasi menjadi sebuah tantangan sendiri yang membutuhkan kebesaran hati, kerendahan hati, dan keterbukaan satu sama lain yang sering tidak mudah.
Mengkomunikasikan hal sederhana sama tidak mudahnya dengan mengkomunikasikan hal yang besar. Dalam realitas, kadang juga tercampur antara hal yang prinsip mau pun hal yang sederhana.
Eksternal
Tantangan eksternal yang ditemui adalah perlunya soliditas tim kerja di dalam lembaga kita sendiri. Mensikapi berbagai hal yang tengah terjadi di masyarakat sekitar, baik dunia pendidikan mau pun tuntutan nyata di masyarakat.
Komunikasi dan kemampuan negosiasi dalam berbagai bentuk dan situasi menjadi tantangan bagi SDM kita. Termasuk juga bagaimana menjalin relasi, berjejaring dan memelihara network kita, mempertahankan bagaimana sekolah-sekolah kita tetap di hati masyarakat dan menjadi pilihan masyarakat.
Keprihatinan
Penguatan SDM di segala lini. Ini merupakan keprihatinan kuat bagi Sr. M. Pauli. Penguatan ini ia maksudkan sebagai pentingnya terus mengupayakan penguatan SDM tenaga pendidik dan kependidikan secara berkelanjutan.
SDM unggul sangat dibutuhkan dalam menentukan output pendidikan mulai dari jenjang pra sekolah dan TK. Pengaruh media sosial, teknologi informasi dan berbagai pengaruh globalisasi, budaya instan, dan konsumerisme, hedonisme, termasuk juga pengaruh ideologi-ideologi baru yang menggerus tatanan hidup beriman para pendidik menjadi keprihatinan untuk terus mendapat perhatian.
Pendidik yang unggul dalam karakter, kepribadian, dan iman akan menentukan output pendidikan. Dan kita sedang berada dalam situasi yang tidak mudah.
Harapan
Lika liku sebagai ketua Yayasan Dwi Bakti, Sr. M. Pauli memiliki harapan yang tak pernah sirna. Yakni, merealisasikan RENSTRA 5 tahun ke depan sebagai penjabaran dan perwujudan VISI MISI lembaga. Renstra ini diharapkan menjadi pedoman dan panduan untuk melangkah sambil terus berbenah dan tanggap dengan situasi dan tuntutan yang kian deras mengalir di ladang-ladang kita.
Kita perlu terus-menerus mencari alternatif dan inovasi dalam mempertahankan Lembaga Pendidikan kita dan bersinergi dengan semua pihak untuk mengembangkannya lebih maju. Hal-hal yang sudah baik, tetap dipelihara dan dipertahankan sambil mencari dan menemukan inovasi baru. ***
M. Fransiska FSGM