Hati Yesus sumber kerahiman, aku mempercayakan diriku kepada hati-Mu Yang Mahakudus. Kuasailah seluruh kepribadianku dan jadikan aku seperti Engkau:
- Jadikan tanganku-tangan-Mu,
- Jadikan kakiku-kaki-Mu,
- Jadikan hatiku-hati-Mu,
- Hatiku hati-Mu berpadu menyatu
Izinkanlah aku boleh:
– melihat dengan mata-Mu
– mendengar dengan telinga-Mu
– berkata-kata dengan bibir-Mu
– mengasihi dengan hati-Mu
– memahami dengan pikiran-Mu
– melayani dengan kehendak-Mu dan mengabdikan seluruh tugasku demi kemuliaan nama-Mu
Inilah doa yang menjadi dasar dalam mengemban tugasku selama ini.
Terimakasih kepada kongregasi yang telah memberi kepercayaan dalam mengemban tugas di Yayasan selama ini.
Melaksanakan tugas yang dipercayakan oleh kongregasi bukanlah kemauan sendiri. Tetapi karena kaul kitalah maka tugas-tugas itu harus kita laksanakan dengan penuh sukacita.
Tugas seberat apa pun akan terasa ringan apabila semua dilakukan dengan penuh sukacita dan berusaha membuat diri kita berguna bagi sesama, karya, komunitas dan kongregasi di mana dibutuhkan. Dengan demikian tidak lagi menuntut orang lain untuk membuat diriku berguna atau digunakan.
Tugas-tugas yang dipercayakan kepadaku adalah sumbanganku karena inilah konsekuensi orang berkaul. Oleh sebab itu kalau aku dapat melaksanakan tugas dengan rela, penuh tanggungjawab dan sukacita merupakan suatu kegembiraan sejati dan kepuasan batin yang tak dapat diukur oleh apa pun. Dan sungguh kuyakini Tuhan tidak pernah memberi beban melampui kemampuanku.
Suatu pengalaman yang indah dan berharga ketika dalam menjalankan perutusan orang merasa nyaman dan aman. Kehadiran kita membawa berkat bagi banyak orang di mana pun kita berada.
Dalam menjalankan tugas perutusan pasti ada kesulitan atau tantangan-tantangan. Kesadaran ini yang harus membuatku siap sedia dalam menerima tugas walau terkadang berat dan menjadi pergulatan dalam hati: mampukah? Bisakah? Sanggupkah?
Ini menjadi sebuah permenungan untuk memahami kehendak Tuhan. Semua tugas yang berasal dari kongregasi pasti mengharapkan diriku mampu dan berani berjuang untuk mencari jalan keluar meski harus berjuang mengalahkan keraguan, perasaan tidak mampu, tidak berani dan tidak sanggup,
Proses-proses itu harus dilalui dengan penuh perjuangan, yakinlah bahwa tidak ada keberhasilan tanpa perjuangan, tidak ada suka tanpa mematikan kehendak. Kalau pun ada kegagalan harus diyakini bahwa Tuhan punya rencana lain di balik kegagalan yang terjadi.
Dalam melaksanakan tugas perutusan di zaman ini tidaklah mudah; penuh perjuangan, tantangan, permasalahan, peraturan pemerintah yang berubah-ubah dan menekan kita. Ini mengingatkan kepada kita perlunya: berkomunikasi, berkoordinasi, berjejaring, dan berelasi dengan pihak-pihak lain. Bila itu semua diabaikan, yakinlah karya kita berada diambang kehancuran.
Terimakasih yang tak terhingga kepada pembina yayasan, para pengurus dan pengawas yayasan serta semua yang terlibat dalam kepengurusan yayasan selama ini.
Mereka telah mengajari bagaimana harus menjalin komunikasi yang baik, berkoordinasi satu dengan yang lain dalam posisi masing-masing, mengajari berjejaring dengan instansi yang sangat membantu, juga membangun relasi dengan pihak-pihak terkait sehingga peristiwa mau pun permasalahan yang berat sekali pun dapat teratasi berkat kerjsama kita semua.
Mohon maaf yang sebesar-besarnya bila dalam melaksanakan tugas selama ini ada yang tidak berkenan di hati. Sengaja atau tidak sengaja, kesalahan itu pasti ada. Akhir kata saya ingin mengungkapkan perutusan ini dalam pengalaman iman.
Dia yang memberi…
Dia yang akan menuntun…
Dia juga yang akan menyelesaikan tugas-tugas kita
yang senantiasa memberi bantuan tepat waktunya.
Akhir kata saya ingin mengucapkan profisiat kepada para pengurus baru dan selamat menjalankan tugas bersama dengan DIA. ***
Sr. M. Paulien